Hari Pertama SKD, 16 Pelamar CPNS Gugur

Sejumlah pelamar CPNS Pemkot Mataram mengikuti SKD pada hari pertama Senin, 27 September 2021. Pelaksanaan tes digelar di SMKN 3 Mataram di Jalan Pendidikan. Dari 240 peserta hari pertama 16 orang tidak hadir dan dinyatakan gugur. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah 16 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemkot Mataram langsung terpental alias gugur pada hari pertama pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD). Yang bersangkutan absen.

Di hari pertama dijadwalkan 240 peserta mengikuti seleksi. Dengan rincian satu sesi berjumlah 60 orang. Pada sesi I terdapat 3 orang peserta absen atau tidak hadir tanpa ada keterangan. Demikian pula pada sesi ke II terdapat 3 peserta juga absen. Sedangkan, sesi ke III dan IV masing – masing 5 peserta tidak hadir tanpa keterangan jelas.

Iklan

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menyampaikan, masing – masing sesi SKD masih ada pelamar yang tidak hadir. Dari jumlah peserta 60 pada sesi pertama 3 orang tidak hadir. Di sesi kedua juga demikian, 3 orang peserta absen. Dan sesi ketiga dan keempat terdapat 5 orang yang tidak hadir.

Pihaknya tidak mengetahui alasan ketidakhadiran peserta tersebut. Sejauh ini, tidak ada laporan bahwa pelamar dinyatakan positif Covid-19 dari hasil pemeriksaan kesehatan atau swab antigen dilakukan oleh Dinas Kesehatan. “Sejauh ini, tidak ada laporan peserta positif Covid-19. Total tidak hadir itu 16 orang tanpa keterangan,” kata Nelly dikonfirmasi, Senin, 27 September 2021.

Peserta yang tidak mengikuti SKD secara otomatis terpental alias gugur. Panitia tidak mungkin memberikan menjadwalkan kembali, karena jauh hari telah diumumkan jadwal pelaksanaan tes. “Otomatis langsung gugur,” ucapnya.

Secara teknis disampaikan Nelly, tes SKD cukup ketat. Peserta tidak saja dicek dari identitas serta kartu peserta. Saat berada di ruang ujian dilakukan pengecekan wajah. Tujuannya memastikan bahwa pelamar ikut SKD sesuai yang terdaftar. “Walaupun mereka kembali secar fisik bisa langsung terdeteksi,” ujarnya.

Nelly menambahkan, masalah jaringan internet dan listrik dipastikan aman. Pihaknya telah berkoordinasi dengan PT. Telkom dan PT. PLN cabang Mataram untuk memback up selama 11 hari pelaksanaan seleksi. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional