Hari Pertama Masuk Kerja, Pasien Rawat Jalan Penuhi Ruang Pemeriksaan Poli RSUD Dompu

Dompu (Suara NTB) – Hari pertama masuk kerja setelah libur panjang lebaran Idul Fitri 1439 H, kunjungan pasien di RSUD Dompu banyak memenuhi ruang pemeriksaan di poli rawat jalan. Poli dalam, bedah, dan poli syaraf yang paling banyak mendapat kunjungan pasien di hari pertama kerja.

Direktur RSUD Dompu, dr H Syafruddin melalui Humasnya, Gunawan, A.Md.Pik kepada Suara NTB, Kamis, 21 Juni 2018 mengatakan, pelayanan di RSUD Dompu pasca libur lebaran kembali berjalan normal. Semua layanan yang ada di RS aktif seperti biasa dan para dokter pun semuanya hadir, termasuk dokter spesialis. “Semua pelayanan aktif,” katanya.

Iklan

Ia pun mengungkapkan, di hari pertama masuk kerja dan menjadi hari pertama dibuka layanan untuk pasien rawat jalan melalui pemeriksaan di ruang poli cukup ramai dikunjungi pasien. Poli penyakit dalam, poli bedah, dan poli syaraf yang paling banyak dikunjungi.

“Pada hari pertama masuk kerja, kunjungan pasien rawat jalan cukup banyak. Diantara poli yang ada, poli dalam, poli bedah, dan poli syaraf yang paling banyak pasiennya,” ungkapnya.

Selama libur lebaran, kata Gunawan, layanan rawat jalan di RSUD Dompu juga ikut diliburkan. Namun layanan bagi pasien tetap dilakukan melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang dibuka hingga 24 jam. Untuk memberikan layanan maksimal, petugas medis dan para medisnya menggunakan sistem shift yaitu pagi, sore dan malam hari.

Gunawan juga mengatakan, tidak ada peningkatan pelayanan selama libur lebaran. Karena memang tidak ada kejadian luar biasa selama libur lebaran yang membutuhkan layanan lebih di IGD. Layanan administrasi juga tetap diberikan bagi pasien yang dirawat kendati libur lebaran, sehingga tidak menyulitkan pasien yang hendak mendapatkan pelayanan. “Semuanya berjalan normal, tidak ada hal yang luar biasa,” katanya.

Hal ini sesuai komitmen pihak RSUD Dompu dalam memberikan pelayanan maksimal sesuai visinya ‘terwujudnya pelayanan kesehatan yang primad dan profesional’. Visi ini dijabarkan dalam 5 misi yaitu memberikan pelayanan kesehatan yang berorientas pada mutu dan kesehatan pasien, meningkatkan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, memberikan perlindungan hukum dan keselamatan kerja terhadap karyawan, menciptakan lingkungan kerja yang sehata, harmonis, aman dan sejahtera, serta menjadi pusat rujukan sarana kesehatan Kabupaten Dompu.

Sebagai langkah awal dan menjadi evaluasi diri, RSUD Dompu telah menstandarisasi diri dengan akreditasi dasar bintang dua dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) 10 Januari 2018 lalu hingga 10 Desember 2020 dan dinilai Desember 2017 lalu. Dengan akreditasi ini, RSUD Dompu telah berstandar nasional. Bagi RS yang belum terakreditasi hingga 2019, maka tidak bisa bermitra dengan BPJS Kesehatan.

Peningkatan kualitas tenaga medis dan para medis juga dilakukan di RSUD Dompu untuk menjamin kualitas layanan bagi pasien. Mulai dari harus memiliki sertifikat Advenced Trauma Life Spot (ATLS) bagi dokter yang bertugas di IGD. Sertifikat ini diperoleh dari program pelatihan bagi tenaga medis dalam pengelolaan kasus trauma akut, yang dikembangkan oleh American Colege of Surgeons. Program serupa ada untuk penyedia layanan yang lebih rendah seperti paramedis.

Pemberian pelatihan ponek bagi dokter opjin (spesialis kandungan), spesialis anak, dokter umum, bidan, dan perat. Pelatihan ponek untuk memberikan pelayanan obstetri Neonatal Emergency Komprehensif dan manajemen laktasi. Begitu juga dengan mereka yang ditugaskan di ruang ICU. (ula/*)