Hari Pertama Kerja, Kehadiran ASN Kota Mataram 97 Persen

Mataram (Suara NTB) – Hari pertama masuk kerja pascalibur panjang, Kamis, 21 Juni 2018, tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) Lingkup Pemkot Mataram diklaim mencapai 97 persen lebih. Pantauan Suara NTB, apel sekaligus halal bihalal yang digelar di halaman Kantor Walikota Mataram, sejumlah pegawai datang terlambat.

Satuan Polisi Pamong Praja yang sejak tadi menutup gerbang utama, terpaksa harus membuka gerbang saat apel segera berakhir. Dikonfirmasi terkait tingkat kehadiran pegawai, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menegaskan,dari rekapitulasi absensi manual, tingkat kehadiran pegawai mencapai 97 persen.

Iklan

Sementara, sisanya sekitar 2 – 3 persen sedang dikroscek ke masing – masing organisasi perangkat daerah (OPD). “Dari kasat mata kita lihat banyak pegawai yang hadir. Akumulasi kehadiran 97 persen. Sisanya itu kita lihat apakah ada yang sakit,” kata Nelly.

Laporan tingkat kehadiran pegawai pascalibur panjang akan disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri dan Badan Kepegawaian Negara. Pelaporan dibedakan antara SKPD yang non pelayanan dengan melakukan pelayanan. “Yang pelayanan itu hari Kamis, Jumat dan Sabtu. Non pelayanan dari Kamis, Jumat dan Senin,” jawab Nelly.

Ditambahkan, belum ada laporan ASN menambah libur. Sebab, Pemerintah Pusat melarang pegawai mengajukan cuti sebelum dan sesudah lebaran. Namun demikian, ASN Pemkot Mataram kebanyakan mengajukan cuti dua minggu sebelum lebaran. “Aturan Pemerintah Pusat selalu terlambat. Orang sudah ngajukan cuti baru aturan keluar,” sesalnya.

Pegawai menambah libur tanpa keterangan selain tunjangan kinerja daerah (TKD) dipotong 10 persen. Juga, dikenakan sanksi sesuai PP 53 tahun 2010 tentang kedisiplinan pegawai. Nelly mengatakan, pemberian sanksi diserahkan sepenuhnya ke pejabat pembina kepegawaian. Kapasitas BKPSDM mengevaluasi saja.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito menambahkan, tingkat kehadiran pegawai pada hari pertama masuk kerja akan dievaluasi. Pemberian sanksi akan dijatuhkan bagi ASN yang menambah libur. “Kita sesuaikan dengan aturan. Bisa juga dijatuhkan sanksi berat,” ujarnya. (cem)