Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemda Lepas Tukik dan Bersihkan Kawasan Pantai

Wabup KLU Danny Karter Febrianto Ridawan beserta unsur OPD dan instansi terkait melepas tukik pada momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Rabu (2/6). (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melepas tukik dan bersih-bersih kawasan pantai, Rabu, 2 Juni 2021. Lokasi acara terpusat di Pantai Sorong Jukung, Desa Tanjung, dan Kali Sokong, Kecamatan Tanjung.

Wakil Bupati KLU, Danny Karter Febrianto Ridawan, ST., M.Eng., hadir langsung sekaligus terlibat dalam pelestarian tukik/penyu. Ratusan ekor tukik dilepas di kawasan Pantai Sorong Jukung. Harapannya, makhluk yang hidup di laut tersebut mampu bertahan hidup dan menjadi penyangga ekosistem laut di masa depan.

Iklan

“Kegiatan ini langkah awal yang baik untuk menjaga lingkungan. Saya minta (menjaga lingkungan) tidak sekadar rutinitas saat Hari Lingkungan Hidup saja, tetapi menjadi kebiasaan baik yang terpelihara di masyarakat,” ujar Wabup.

Ia berpesan, menjaga lingkungan merupakan kewajiban setiap individu. Masyarakat dapat berperan sesuai kapasitas, jabatan dan fungsinya. Sementara pemerintah, akan bertindak dengan mendukung melalui regulasi serta sarana dan prasarana pendukug.

Seperti melepas tukik kali ini, menjadi contoh baik dalam mengawali terjaganya lingkungan. Terlebih lagi, penyu merupakan satu makhluk hidup yang hampir punah.

“Di lingkungan hidup ini, seluruh pembangunan dan infrastruktur juga harus dilandaskan sustainable development untuk memperhatikan lingkungan,” imbuh Wabup.

Sementara, Kadis LH Perkim KLU, H. M. Zaldy Rahardian, ST., mengatakan kegiatan bersih lingkungan dan pelepasan tukik terselenggara berkat dukungan pelaku usaha pariwisata, serta pegiat lingkungan dan masyarakat. Pihaknya berterima kasih, antusiasme masyarakat yang berpartisipasi pada kesempatan itu cukup tinggi.

“Inovasi yang kami lakukan dalam mengatasi persoalan sampah, salah satunya adalah program PSK (Pelayanan Sampah Keliling). Kami menjemput langsung sampah di masyarakat,” ujarnya.

Diakuinya, masalah sampah tidak akan selesai dalam waktu singkat. Mengingat, persoalan tersebut sangat bergantung pada pola kebiasaan masyarakat.  Salah satu referensi kadis, adalah kondisi aliran Kali Sokong yang menyempit akibat sampah. Kondisi tersebut dapat berdampak pada keindahan kali Sokong, bahkan juga lingkungan. Oleh karenanya, pihaknya akan mengambil peran untuk menyelesaikan persoalan bagian hulu sungai kali Sokong. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional