Hari Kemerdekaan, Momentum Kebangkitan Industri, Teknologi dan UMKM

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menunjukkan sepeda listrik buatan UMKM NTB usai menerima rombongan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB, Selasa, 11 Agustus 2020 di Halaman Kantor Gubernur NTB. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kebangkitan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari industrialisasi yang kini terus berkembang, hadir dalam wujud aneka sepeda listrik di NTB. Produk teknologi tinggi ini dihasilkan Industri Kecil Menengah (IKM) logam NTB menyusul industrialisasi produk lainnya untuk bergerak lebih cepat dan berinovasi lebih hebat sehingga nantinya mampu bersaing dengan produk nasional dan internasional. Direncanakan, berbagai model sepeda listrik karya UMKM NTB ini akan diperkenalkan kepada masyarakat pada hari Kemerdekaan RI, tepatnya di tanggal 17 Agustus nanti.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah usai menerima rombongan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB, Selasa, 11 Agustus 2020 di Halaman Kantor Gubernur NTB, Selasa, 11 Agustus 2020.

Iklan

Gubernur mengatakan, sepeda listrik yang dibuat di NTB bukan sekadar mimpi. Apalagi untuk pencitraan. Berbagai model sepeda listrik mampu mengubah pola pikir masyarakat bahwa NTB mampu melahirkan produk yang bersaing dikancah nasional dan internasional.

‘’Sekarang di NTB sudah bisa membuat sepeda listrik,’’ ujarnya kepada rombongan, usai menerima Laporan Hasil Pengawasan (LHP) semester I Tahun 2020 dari Perwakilan BPKP NTB.

Selain itu, gubernur juga mengungkapkan kondisi kebangkitan UMKM pascabencana alam gempa bumi dan pandemi Covid-19 saat ini. Di mana hikmahnya, para pelaku UMKM dapat terpacu bergerak lebih cepat dan berinovasi lebih hebat di masa sulit sehingga dapat bersaing dengan kompetitor lain.

Sementara itu, Kepala BPKP Perwakilan NTB,  Dessy Adin mengaku takjub dengan para pemuda di NTB yang  mampu membuat sepeda listrik canggih dan sangat modis ini.

‘’Bukan hanya produk kecil yang bisa diciptakan. Warga NTB ternyata mampu menciptakan sepeda listrik,’’ kata Dessi takjub.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa melalui sepeda listrik, NTB akan mampu meningkatkan perekenomian. Ia juga berharap bahwa sepeda yang diberi nama Le-Bui (Lombok E-Bike Builder) ini terus dipromosikan sampai ke luar NTB.

‘’Sepedanya keren,  teknologinya bagus dan saya mendukung sekali program Pak Gub,’’ujar Dessy.

Selain itu, Dessy menjelaskan maksud kehadirannya bersama rombongan adalah untuk menyerahkan laporan semester I kepada Gubernur NTB. Ada empat fokus yang disampaikan kepada Gubernur NTB. Pertama mengenai akuntabilitas pengelolaan pembangunan nasional, konstribusi untuk ruang viskal, kemudian untuk penyelamatan aset negara atau daerah dan terakhir komponen sistem.

‘’Kita menyerahkan hasil laporan semester 1 tahun 2020. Jadi setiap semester itu BPKP memberikan hasil pengawasan kita ke gubernur. Ini disampaikan dengan tujuan Gubernur NTB bisa tahu apa yang dilakukan di BPKP,’’ demikian Dessy. (diskominfotik)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional