Hari Ini, Tes SKB CPNS Kota Mataram Digelar

Kabid Pengembangan Aparatur pada BKPSDM Kota Mataram, H. Ahmad Mujahiddin memantau proses pengunduhan bank soal SKB oleh staf BKN Kanreg X Denpasar, Jumat, 18 September 2020. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Panitia seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) lingkup Pemkot Mataram, Jumat, 18 September 2020 mempersiapkan perangkat serta sarana untuk tes seleksi komptensi bidang (SKB) bakal digelar Sabtu, 19 September 2020. Peserta diwajibkan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Pantauan Suara NTB, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Baiq Nelly Kusumawati, Kasi Datun Kejaksaan Negeri Mataram, I Putu Agus Ary Artha, Kabag Hukum Dr. Hubaidi, perwakilan Polresta Mataram serta staf Inspektorat Kota Mataram mengecek kesiapan ruangan. Sedangkan staf Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional X Denpasar dan operator lainnya mengunduh bank soal SKB ke komputer.

Iklan

Kepala Bidang Pengembangan Aparatur pada BKPSDM Kota Mataram, H. Ahmad Mujahiddin menyampaikan, pihaknya mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan selama proses seleksi mulai dari registrasi sampai pelaksanaan tes. Proses seleksi di masa pandemi berbeda dengan kondisi sebelumnya. Peserta diwajibkan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“Semua peserta wajib pakai masker dan sarung tangan. Masker yang digunakan kita sarankan yang digunakan tim medis, bukan masker kain,” kata Muja.

Dari sisi persiapan dinilai tidak masalah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah diminta mensterilkan ruangan dengan menyemprot cairan disinfektan. Sterilisasi ruangan kata Muja, rutin setiap pergantian peserta. Pengaturan jumlah peserta tidak lagi seperti tes SKD. Setiap sesi kapasitas 40 orang. “Sehari itu ada tiga sesi,” sebutnya.

Peserta yang ikut SKB sejumlah 619 orang. Dari registrasi ulang 599 orang memilih SMKN 3 Mataram sebagai lokasi tes. Sedangkan, 20 peserta lainnya memilih Kantor UPT BKN di beberapa daerah. “Ada juga tes di luar,” ucapnya.

Ditambahkan, dari hasil pemeriksaan kesehatan cepat virus Corona atau rapid test di RSUD maupun fasilitas kesehatan milik Dinas Kesehatan. Enam orang peserta dinyatakan reaktif. Sedangkan, satu peserta lainnya dinyatakan positif Covid-19.

Seorang peserta itu telah lama positif dan dinyatakan sembuh oleh rumah sakit. Namun pihaknya akan mengkonsultasikan ke BKN, apakah diperbolehkan ikut bersamaan ataukah dijadwalkan ulang. Sementara enam orang reaktif disiapkan ruangan khusus.

“Ini saran dari tim gugus tugas. Satu orang positif kita serahkan ke BKN,” demikian kata Muja. (cem)