Hari Ini, Lotim Gelar Pilkades Serentak

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 201 orang memperebutkan posisi sebagai kepala desa (kades) dalam ajang pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 53 desa di 19 kecamatan di Lombok Timur (Lotim) Rabu (14/12) ini. Prosesi pencoblosan digelar di 428 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 188.503 orang.

Menurut Kepala Bidang Pemerintahan Desa melalui Kepala Sub Bidang Tata Pemerintahan Bidang Pemdes Badan Pemberdayaan  Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Lukman Nul Hakim, 53 desa ini sudah siap menggelar pesta demokrasi. Banyaknya calon kades ini diakui Lukman, karena pelaksanaan pilkades secara serentak ini gratis.

Iklan

Aturan sebelumnya, urai Lukman, seluruh biaya pilkades yang disusun panitia menjadi tanggungan calon kades. “Jika total anggaran dibutuhkan Rp 60 juta, maka bisa dibagi dua jika calonnya dua orang, atau ditanggung sendiri kalau dia sendiri,” ucapnya.

Aturan  tersebut sekarang sudah tidak ada. Semua gratis. Anggaran pilkades ini dialokasikan melalui APBD dan APBDesa. Masing-masing desa memiliki besaran anggaran yang berbeda tergantung jumlah DPT dan TPS. Pemkab Lotim mengalokasikan anggaran Rp 2,1 miliar lebih dan sebanyak Rp 1,6 miliar dari jumlah tersebut digelontorkan ke desa. Sementara dari APBDes sendiri diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing desa menganggarkan sesuai kebutuhan.

Alasan inilah yang dimungkinkan menjadi penyebab banyak yang berminat menjadi calon kades. Dari 53 pilkades, sebanyak 18 desa yang memiliki 5 calon. Jumlah ini diketahui sebagai batas maksimal. Sementara hanya 7 desa yang memiliki dua calon.

Prosesi Pilkades tidak ditampik bisa rawan konflik. Aparat keamanan diyakini sudah sangat tanggap mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi. Di mana sudah dilakukan pemetaan desa-desa yang disinyalir bisa berujung konflik.

  Buron Kasus DD/ADD, Kades Sukamulia Ditangkap di Sulawesi Tengah

Menurut Lukman Nul Hakim, sengketa Pilkades tidak akan terjadi jika panitia tetap menjaga netralitasnya. Untuk itu, diimbau kepada seluruh panitia untuk menjaga netralitas dan tidak memihak dengan salah satu calon. Penyelesaian sengketa Pilkades sendiri rampung di Bupati. Bupati H. Moch Ali Bin Dachlan   sendiri sudah membentuk tim yang akan menyelesaikan sengketa pilkades.

Ditegaskan, pilkades serentak tidak mengenal pemilihan ulang.  Pemilihan hanya sehari dan berakhir. Jika ditemukan ada calon yang memiliki suara sama, maka yang ditetapkan menjadi pemenang adalah calon yang memiliki sebaran pemilih merata di semua TPS. Ketentuan pemenang ini sudah disepakati semua calon dan sudah dikumpulkan beberapa waktu lalu.

Sementara Polres Lotim sejak Selasa, 13 Desember 2016 sudah menerjunkan ratusan personel untuk mengawal ketat pelaksanaan pilkades. Sebelumnya digelar apel pasukan dalam rangka pengamanan pilkades serentak di Lotim 2016. Wakapolres Lotim, Kompol. Nanang Budi Santosa, SIK, menjelaskan, apel pasukan ini sangat penting dilaksanakan untuk mempersiapkan personel menjelang pilkades serentak 2016.

Di mana, katanya, hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat penting dari perjalanan demokrasi di Indonesia. Akan tetapi, katanya, dalam pelaksanaan pesta demokrasi itu tidak menutup kemungkinan terjadi potensi kerawanan yang timbul sebagai fenomena dalam masyarakat, sehingga diterjunkan ratusan personel yang disebar ke semua TPS di 53 desa untuk menjaga tahapan-tahapan Pilkades agar berjalan lancar dan kondusif. (rus/yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here