Hari Batik Nasional, Pembatik “Sasambo” Berharap Kebijakan Pasar Lokal yang Lebih Serius

Salah seorang pembatik di rumah batik Sasambo Bumi Gora sedang membuat motif di atas kain putih yang nantinya akan menjadi batik Sasambo.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Indonesia memperingati Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober. Ditetapkan sejak 2009 oleh UNESCO. Hari Batik Nasional untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Pemerintah Indonesia juga menerbitkan Kepres No 33 Tahun 2009 yang menetapan hari Batik Nasional juga dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia. Pada momentum hari batik nasional tahun 2020 ini, para pembatik lokal meminta kepada pemerintah daerah di NTB, agar kerajinan batik yang ada tidak dipandang  sebelah mata. Batik NTB pernah booming dengan nama Batik Sasambo.

Iklan

Sasambo adalah singkatan nama dari tiga suku besar yang mendiami Bumi Gora ini. Suku Sasak, Samawa, dam Mbojo. Sejak digalakkan batik Sasambo oleh pemerintah daerah, industri batik lokal menggeliat. Saat ini hanya bertahan beberapa rumah produksi batik Sasambo. Diantaranya Sasambo Bumi Gora milik L. Darmawan di Labuapi, Lombok Barat. Lalu rumah batik Sasambo Jaya Abadi di Kedondong, Pringgasela Kabupaten Lombok Timur dan Rumah Batik Rembitan di Rembitan, Lombok Tengah milik Samsir.

Industri batik lokal terus mengalami penurunan. Bahkan saat pandemi Covid-19 ini down, kata Kusman Jayadi, pemilik Sasambo Jaya Abadi. Ia bahkan sudah tiga bulan tak lagi berproduksi, tujuh orang yang membantu produksinya menanggur. Apalagi beberapa daerah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Tidak ada orang yang datang belanja. Lakunya hanya selembar, dua lembar,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga sudah membuat imbauan untuk penggunaan batik Sasambo. Karena sifatnya imbauan, tak massif dampaknya bagi produsen batik lokal. Sebab imbauan menurutnya bisa diiyakan, bisa juga tidak dilaksanakan. “Kita berharap momen Hari Batik Nasional ini, pemerintah serius memperhatikan batik lokal. Kalau bisa ada Perdanya, di daerah harus menggunakan batik lokal Sasambo,” demikian Kusman.

Batik Sasambo menurutnya tidak sekedar industri rumahan begitu saja yang berorientasi bisnis. Batik Sasambo adalah cerminan kearifan lokal masyarakat mengenal daerahnya sendiri. Hal yang sama dikemukakan L. Darmawan, pemilik rumah Batik Sasambo Bumi Gora. Kepada Suara NTB ia mengatakan, gaung Batik Sasambo di daerah, saat ini tidak seperti sebelum-sebelumnya. Penjualan juga menurun drastis.

Yang sebelumnya satu pesanan bisa ratusan lembar, saat ini hanya hitungan lembar. Karena lesunya permintaan, ia juga mengurangi tenaga kerja yang berproduksi. L. Darmawan mengatakan, produksi batik di NTB berbeda dari batik-batik umumnya di Indonesia. Batik Sasambo keluar dari pakem batik. Melalui media batik, NTB diperkenalkan. Misinya menjual NTB melalui motif batik yang mencerminkan potensi keindahan alam, pernak pernik, program unggulan seperti motif sapi, jagung, dan rumput laut. Lalu menyampaikan potensi NTB dari sisi herbal dan tumbuhan kuliner. Misalnya batik motif kangkung, cabai, kemangi, daun katuk, hingga menu khas lokal “ares”.

“Motif ini yang bercerita tentang NTB,” ujarnya. Karena itu, ia berharap masyarakat lokal lebih mencintai dan menggunakan batik Sasambo. Agar orang luar lebih termotivasi. L. Darmawan mengatakan, selera masyarakat ini juga bisa dikelola, digerakkan. Caranya melalui kebijakan-kebijakan yang mengharuskan orang lokal menggunakan batik Sasambo. Terutama pegawai, BUMN, Swasta, apalagi pegawai pemerintah daerah.

“Kemarin kita dapat pelatihan menggunakan warna alam. Tapi pelatihan kalau tidak tersedia pasarnya kan tidak besar dampaknya. Mudah-mudahan, hari batik nasional ini bisa jadi momentum bagi daerah menguatkan komitmen menggaungkan kembali batik lokal,” demikian L. Darmawan. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional