Hari Anti Korupsi 2016: Ini Komentar Masyarakat NTB

Mataram (suarantb.com) – Hari Anti Korupsi yang jatuh setiap tanggal 9 Desember, dimaknai beragam oleh masyarakat NTB. Mengingat, di Hari Anti Korupsi ini, Indonesia masih jauh dari kata bersih dari kejahatan korupsi. Hampir semua sektor di tengah masyarakat, tidak luput dari kasus korupsi.

Untuk itu, suarantb.com, menghimpun berbagai komentar masyarakat tentang bagaimana memaknai Hari Anti Korupsi 2016 ini. Berikut beragam komentar masyarakat terkait Hari Anti Korupsi yang jatuh pada hari ini, Jumat, 9 Desember 2016.

Iklan

Hariya, Mahasiswi Fakultas Kehutanan Universitas Mataram :
“Hari Anti Korupsi itu menurut saya, seharusnya tidak melakukan sesuatu hal yang tidak adil. Kita mulai dari kehidupan kita sendiri. Jangan seperti mereka (koruptor). Diberi amanah tetapi malah mendustainya,” ujar mahasiswi Lombok asal Papua ini.

Patra Gafar, Pelajar SMAN 3 Mataram :
“Hari Anti Korupsi menurut saya di mana hari yang di Indonesia terkenal korupsi, pada hari ini bagaimana kita bisa mencari solusi agar mafia-mafia hukum tidak korupsi lagi. Hari di mana kita menjauhkan atau mengharamkan namanya korupsi,” ujar pelajar kelas XI IPS 3 ini.

M. Roby Satriawan, Ketua Umum KAMMI NTB :
“Korupsi adalah penyakit kronis yang menjangkiti Indonesia dan harus segera diamputasi. Kita mulai dari diri sendiri, untuk selalu jujur dan ikhlas dalam pengabdian kita kepada masyarakat. Anak-anak jujur ketika ujian, keluarga yang saling terbuka, pemerintahan yang transparan dalam penggunaan anggaran belanja negara. Maka korupsi akan hilang dengan sendirinya,” tegasnya.

Hamdi, Pegiat Antikorupsi Somasi NTB :
Menurut Hamdi, Hari Anti Korupsi sebagai hari merefleksikan kembali upaya pemberantasan korupsi di Indonesia ini, khususnya di NTB. Refleksinya adalah sejauh mana potret masyarakat terhadap pemberantasan korupsi di NTB. Bagaimana merefleksikan tindakan korupsi di NTB.

  Kejati NTB Melunak Soal Penindakan Korupsi

“Misalnya fenomena korupsi di NTB dari tahun ke tahun. Tahun 2011 sejak adanya pengadilan tindak pidana korupsi di Mataram, ada 11 kasus korupsi yang sudah inkrah. Di tahun 2012 meningkat lagi menjadi 26 kasus korupsi. Di tahun 2013 ada 44 kasus korupsi. Pada 2014 semester pertama saja ada 56 kasus korupsi yang sudah diputus, dengan 108 orang terpidana atau aktornya. Semester kedua 2014 sampai 2015 ada penurunan, 31 kasus yang diputus,” pungkasnya.

Selain itu, Hari Anti Korupsi dimaknai juga dengan melakukan refleksi terhadap kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menuntaskan kasus korupsi, dan  sejauh mana peran masyarakat dalam menyokong semangat gerakan anti korupsi.

“Jadi Hari Anti Korupsi sebagai bahan refleksi bagi kita semua sejauh mana APH melakukan upaya pemberantasan korupsi. Kedua refleksi terhadap kita semua, sebagai masyarakat bagaimana mendorong semangan gerakan anti korupsi. Jadi tidak hanya APH. Tapi masyarakat melakukan pencegahan dengan melakukan kontrol di proses perencanaan dan penganggaran.” pungkasnya.

Wakapolres Mataram, Kompol I Made Baduarsa :
“Korupsi itu extraordinary crime (kejahatan luar biasa), sehingga penanganannya harus ekstra. Ekstra hati-hati. Tapi komitmen untuk korupsi sedapat mungkin kita tekankan, termasuk juga promoter kapolri, membentuk Satgas Internal Polri anti korupsi bekerjasama dengan publik dan KPK,” paparnya.

Suwini Astuti, Aktivis Jaringan Muda Antikorupsi (JaMAK) :
“Kalau bagi saya, Hari Anti Korupsi sebagai pengingat kita betapa buruk dampak sebuah tindakan korupsi, dan menyadarkan atau membuka mata masyarakat, dan pemegang jabatan bahwa betapa bobrok akhlak dan keperibadian seseorang pelaku tindak korupsi itu. Lalu sejauh mana merugikan nusa dan bangsa. Tapi kalau diri sendiri, segi hukumannya lemah banget. Harusnya dapat memberikan efek jera,” tuturnya.

  Penyidikan Kasus BPR, Tiga Saksi Diperiksa

Beragam komentar dari masyarakat NTB tentunya menjadi pemantik pergerakan melawan korupsi. Korupsi adalah musuh bersama, sehingga harus dilawan secara bersama juga. Untuk itu mulai lah dari diri kita sendiri untuk mengatakan “Lawan Korupsi!” (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here