Harga Tiket Mahal, Wisatawan Pertimbangkan Berkunjung ke Lombok

Kondisi aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional Lombok (Suara NTB/aan)

Mataram (Suara NTB) – Pascagempa yang mengguncang NTB beberapa bulan lalu, harga tiket pesawat ke Lombok  melambung tinggi. Kondisi ini diakui berpengaruh terhadap minat wisatawan berkunjung ke Lombok.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, H. L. Moh. Faozal, S. Sos, M. Si menjelaskan, tingginya harga tiket ke Lombok akibat adanya pengurangan frekuensi penerbangan beberapa maskapai ke Lombok, seperti Lion Air dan Garuda Indonesia.

Iklan

Akibat bencana gempa beberapa bulan lalu, Garuda Indonesia mengurangi frekuensi penerbangan dari empat kali sehari menjadi dua kali. Kondisi ini terjadi sekitar sebulan. Penerbangan Garuda Indonesia akan kembali normal per 1 Desember 2018.

‘’Ada pengurangan flight dari Garuda, dampak awal gempa dulu. Garuda mengurangi dua slot. Tapi per 1 Desember akan kembali normal. Karena pesawat itu mereka ground untuk maintenance. Lusa, itu sudah mulai normal. Setelah itu normal kembali, Lion Air juga normal kembali,’’ kata Faozal dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat, 30 November 2018 siang.

Ketika penerbangan domestik mulai normal, maka harga tiket akan kembali seperti semula. Naiknya harga tiket pesawat Lombok – Jakarta, kata Faozal, karena berlaku hukum pasar supply and demand. ‘’Kalau demand stabil, maka harga tiket akan stabil,’’ jelasnya.

Ia mengatakan untuk maskapai Lion Air sekarang sudah mulai normal. Faozal tak memungkiri kenaikan harga tiket tersebut membuat wisatawan berpikir datang ke NTB.

‘’Pasti ada pengaruhnya. Bagi wisatawan karena tiket mahal orang jadi mikir. Kenapa harus ke Lombok. Itulah yang harus kita bicara ke airline,’’ katanya.

Namun Faozal menegaskan bahwa mulai 1 Desember, penerbangan domestik ke Lombok sudah mulai normal. Dengan normalnya penerbangan ke Lombok maka harga tiket pesawat akan kembali seperti biasa.

Terkait dengan recovery sektor pariwisata pascabencana gempa, Faozal mengatakan untuk wisatawan yang berkunjung dari Bali ke tiga gili menggunakan kapal cepat sudah berangsur-angsur normal. Dalam kondisi normal, sebanyak 24 fastboat melayani turis dari Bali ke tiga gili.

Sekarang, katanya, jumlah fastboat yang melayani wisatawan sebanyak 14 buah. ‘’Walaupun belum normal sekali. Karena low season sekarang,’’ tandasnya. (nas)