Harga Rumput Laut Turun karena Ongkos Kontainer Meroket

Ongkos container naik signifikan. Para eksportir, maupun importir berpikir dua kali mengirim barang. Nampak deretan kontainer di Pelabuhan Lembar.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Ongkos kontainer meroket di tengah pandemi covid-19. Akibatnya, para eksportir, maupun importir berpikir dua kali mengirim barang. Tidak saja Kontainer untuk ekspor impor, Kontainer untuk pengiriman barang antar daerah di dalam negeri juga ongkosnya meroket, kenaikannya sangat signifikan.

 

Iklan

Meroketnya ongkos kontainer berlipat lipat dari harga biasanya ini, dipengaruhi pandemi Covid-19. Banyak perusahaan pelayaran mengurangi kegiatan operasionalnya. Namun pengurangan jumlah pelayanan ini membuat ketersediaan kontainer juga sangat kurang. Dampaknya, harganya dinaikkan sangat tinggi.

 

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan bahkan membuat catatan khusus tentang krisis kontainer ini. Belum pernah separah ini. Kegiatan ekspor impor terancam setengah mati. Tak lupa, Dahlan juga menampilkan perbandingan ongkos kontainer. Tahun lalu sewa 40 feet masih 2.500 dolar. Sekarang sudah menjadi 16.000 dolar.

 

M. Putra Sahban, pembina, pengepul sekaligus pengirim rumput laut mengatakan, krisis kontainer ini bahkan menjadi pembahasan dalam asosiasi rumput laut Indonesia. Tingginya ongkos kontainer ini dibandingkannya. Misalnya, pengiriman rumput laut dari Surabaya ke Makassar, sebelumnya Rp12.500/kontainer, naik menjadi Rp17.500. Kenaikan ini menurutnya terbilang masih rendah dibandingkan dengan yang dikeluhkan oleh para eksportir.

 

Meski demikian, permintaan rumput laut dari luar negeri tidak berkurang. Berapapun banyaknya, buyer di luar negeri tetap bersedia membeli. Namun tidak menghitung kenaikan ongkos kontainer. “Permintaan dari buyer tetap. Berapapun banyaknya. Tapi soal harga tidak mau dinaikkan,” jelas Sahban.

 

Owner Lombok Food ini menambahkan, untuk menyiasati tingginya ongkos  kontainer ini, tidak ada cara lain yang dilakukan. Selain menurunkan harga pembelian rumput laut di tingkat petani. Untuk rumput laut jenis sargasum, harga sekilo yang sebelumnya Rp4.000, diturunkan menjadi Rp3.000.

 

Demikian juga rumput laut jenis cottoni, yang tadinya seharga Rp16.000/Kg, turun menjadi Rp14.500/Kg. Penurunan harga bahan baku ini menurutnya tidak dapat dielakkan. “Kenaikan harga harga kontainer ini imbasnya ke harga bahan baku. Buyer harus tekan harga bahan baku. Dan kita yang berhadapan dengan petani menjadi kelabakan, karena harga jadi kocar kacir,” imbuhnya.

 

Ia berharap, segara ada solusi agar harga bahan baku dapat dipertahankan. Pengiriman dan permintaan barang tidak terganggu. Agar perekonomian pulih. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional