Harga Melambung, NTB Belum Mampu Jamin Ketersediaan Cabai

Mataram (suarantb.com) –  Harga cabai beberapa pekan terakhir di Kota Mataram melambung tinggi menembus Rp 40 ribu perkilogram. Melambungnya harga bumbu dapur ini juga terjadi di beberapa kabupaten/kota di NTB. Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D yang dikonfirmasi beberapa hari lalu di Mataram mengatakan pengaturan stok cabai untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah masih menjadi pekerjaan rumah (PR).

Untuk menjamin ketersediaan cabai dalam daerah bisa sepanjang tahun dengan melakukan penanaman di luar musim (off season) dinilai masih sulit.

Iklan

“Secara teknologi mestinya bisa, ada penanaman di off season. Jadi cabai itu tersedia sepanjang tahun. Cuma, sampai hari ini belum bisa (sepanjang tahun). Mestinya bisa. Jadi tidak hanya musim cabai saja ada tetapi sepanjang musim,” kata Rosiady.

Dikatakan, komoditas cabai dan bawang merah memang sering menjadi penumbang inflasi pada waktu-waktu tertentu. Khusus untuk cabai, TPID akan menyosialisasikan setiap keluarga menanam cabai di pekarangan rumah. Ia mengatakan Bank Indonesia Perwakilan NTB memiliki dana untuk program menanam cabai di pekarangan ini. Bank Indonesia membagikan bibit cabai yang ditanam dalam polybag.

“Kita mau cek nanti. Apakah dalam tiga bulan ke depan efektif, ndak. Ibu-ibu tidak belanja cabai di pasar untuk kebutuhan tapi memetik cabai di halaman rumahnya,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah produksi cabai dalam daerah terlalu banyak dikirim ke luar daerah? Sekda NTB ini mengatakan hal itu mungkin saja terjadi karena harganya yang lebih baik. Untuk membatasi pengiriman komoditas ini ke luar daerah, kata Sekda, pemerintah daerah tak punya kewenangan. Untuk itulah, salah satu cara yang akan dilakukan adalah menggalakkan penanaman cabai di pekarangan dan menanam di luar musim. “Kita mengurangi konsumsi cabai beli di pasar dengan menanam cabai di rumah masing-masing,” tandasnya.

Tahun 2016 ini, berdasarkan proyeksi Badan Ketahanan Pangan (BKP) NTB, kebutuhan cabai di dalam daerah sebanyak 10.779 ton, setelah ditambahkan dengan kebutuhan 3 juta wisatawan berdasarkan target pemda tahun ini. Produksi cabai di NTB tahun ini diprediksi sebanyak 86.152 ton.

Jika dikurangi dengan jumlah kebutuhan, maka NTB diprediksi surplus sebanyak 75.373 ton. Tahun 2015, jumlah produksi cabai di NTB sebanyak 14.273 ton dengan jumlah konsumsi dalam daerah sebanyak 9.526 ton. Artinya, tahun lalu NTB surplus sebanyak 4.747 ton. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here