Harga Masih Tinggi, Diskoperindag Bakal Gelar OP

Drs. H. Arief M.Si. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Harga bahan pokok khusunya gula di Sumbawa relatif masih tinggi. Sehingga untuk menstabilkan harga, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan  (Diskoprindag) kerjasama dengan Bulog bakal menggelar Operasi Pasar (OP) di lima titik di Sumbawa.

Sebagaimana disampaikan Kepala Diskoperindag Sumbawa, Drs. H. Arief M.Si, harga gula si pasaran Sumbawa saat ini menyntuh angka Rp17 Ribu per Kilogram (Kg). Jauh diatas Harga eceran Tertinggi (HE) pemerintah, Rp12.500 per Kg. Makanya, digelar OP untuk stabilisasi harga kembali ke HET. “Kita ingin harga gula kembali ke HET,” terangnya Jumat, 29 Mei 2020.

Iklan

Namun, untuk lima lokasi yang direncanakan masih belum ditentukan. Meski biasanya dilakukan di pasar pasar yang ada di Sumbawa. Hal ini, masih menunggu koordinasi dengan Tim Gugus Tugas. Mengingat pelaksanaan OP nantinya akan menerapkan standar protokol kesehatan.

“Kita terapkan protokol kesehatan. Bagaimana pengaturan jarak dan lainnya sesuai anjuran pemerintah. Agar jangan sampai OP justru memancing kerumunan dan menimbulkan masalah lain di belakang hari,” jelas H. Arief.

Mahalnya gula di Sumbawa tak lepas dari tingkat kebutuhan sebelumnya. Apalagi Sumbawa bukan daerah produsen gula, sehingga harga tergantung pasokan dari produsen dan pasar nasional. Itupun harga di Sumbawa tidaklah terlalu tinggi, apabila dibandingkan dengan harga gula di wilayah Indonesia Timur yang diperkirakan jauh lebih tinggi.

Sedangkan untuk harga barang kebutuhan pokok lainnya per 26 Mei 2020, di Sumbawa relatif stabil. Seperti beras, kedelai, cabe, minyak goreng. Bahkan ada beberapa yang mengalami penurunan. Seperti ayam kampung turun 25 persen dari Rp100 ribu Per Kg turun menjadi Rp75 ribu per Kg. (arn)   

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional