Harga Kopi Anjlok, Petani Lesu

Petani kopi Desa Genggelang Kecamatan Gangga sedang memanen. Sayang, harga beli kopi petani sangat rendah. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Petani kopi di wilayah Kecamatan Gangga kurang bergairah, lantaran harga jual komoditas dengan ciri khas rasa pahit itu anjlok. Tahun ini, harga beli kopi petani hanya Rp 20.000.

Harga beli ini jauh turun dibanding harga beli tahun-tahun sebelumnya. Menurut keterangan petani, sebelumnya harga jual petani berkisar antara Rp 22 ribu bahkan Rp 24 ribu per kg.

Iklan

“Harga kopi masih belum berpihak kepada petani. Kami berharap ada dukungan akses pasar, bila perlu pengusaha yang langsung ekspor,” harap petani kopi, Wadi, Minggu, 20 September 2020.

Menurutnya, peran pengepul dalam proses jual beli kopi maupun hasil kebun lainnya, masih dominan. Posisi tawar petani yang rendah, serta tidak adanya akses pasar alternatif, berdampak bagi omzet petani.

Wadi berharap, pemerintah baik provinsi maupun kabupaten serta pemerintah desa, lebih berani pada proses industrialisasi agribisnis. Sebagai daerah penghasil kopi, petani mempertanyakan tidak adanya intervensi pasar oleh BUMD Provinsi, BUMD Kabupaten maupun BUMDes.

“Informasi yang kami baca, kopi dieskpor. Artinya kualitasnya sudah bagus. Tentu kami berharap, aktivitas ekspor itu juga menguntungkan harga beli di bawah,” imbuhnya.

Sementara, petani kopi lain menyebut hasil produksi tahun ini berselisih sekian ratus ribu saja dari biaya produksi. Dalam setahun budidaya, petani harus mengeluarkan biaya untuk pemangkasan. Ini dilakukan setelah panen dilakukan.

“Sejak panen sampai panen berikutnya, petani harus keluar biaya cukup besar. Ongkos buruh untuk pangkas, beli obat-obatan, ongkos penyemprotan. Sementara kalau panen, masih ada ongkos angkut yang harus kami tanggung,” ungkap Johan.

Ia juga berharap ada cikal bakal inovasi teknologi dalam pengelolaan pascapanen melibatkan peran pemerintah. Sebab jika tidak, harga jual kopi Lombok khususnya Lombok Utara tidak akan beranjak dari kisaran harga Rp 20.000,- atau bahkan kurang. (ari)