Harga Kebutuhan Pokok Naik

Raknah, pedagang cabai di Pasar Mandalika menunggu dagangannya pada Selasa, 5 Oktober 2021. Meskipun terjadi kenaikan harga tetapi pedagang mengeluhkan sepinya pembeli. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional tidak menguntungkan pedagang. Pedagang justru mengeluhkan sepinya pembeli. Pandemi Covid-19 dinilai jadi pemicu. Pemerintah diharapkan mengkampanyekan agar masyarakat kembali belanja ke pasar.

Raknah, pedagang cabai di Pasar Mandalika mengakui, harga cabai dan tomat mengalami kenaikan setiap harinya. Salah satu bumbu dapur awalnya dijual Rp10 ribu – Rp12 ribu/kg naik menjadi Rp15 ribu/kg. Kenaikan harga tidak membuatnya senang. Dia justru mengeluhkan sepinya pembeli. “Coba lihat saja sepi pasar ini. Siapa yang mau beli walaupun harga naik,” katanya mengeluh ketika ditemui, Selasa, 5 Oktober 2021.

Iklan

Dia menyebutkan, cabai rawit yang diambil dari pengepul sebanyak 10 kilogram pada Senin, 4 Oktober 2021 dan baru laku seperempat kilogram. Menurutnya, tidak ada artinya harga barang naik tetapi pembeli tidak ada. “Dari kemarin cabai baru laku seperempat saja. Itupun saya jual Rp5 ribu,” tuturnya.

Raknah memperkirakan rendahnya daya beli masyarakat karena pandemi Covid-19. Masyarakat berpikir membelanjakan uang mereka. Dengan perayaan maulid diharapkan ramai pembeli. Di satu sisi, ia juga meminta pemerintah mengkampanyekan agar pedagang kembali berbelanja ke pasar.

Pedagang lainnya, Hj. Rauhil juga mengeluhkan hal sama. Daging sapi dijual tidak pernah mengalami kenaikan. Kondisi ini tidak sebanding dengan harga sapi di pasar hewan yang terus mengalami kenaikan. “Daging sapi tetap saja. Sedangkan, peternak mau naikkan harga sapi,” ujarnya.

Satu kilogram daging sapi lokal kualitas super dijual Rp120 ribu – Rp125 ribu. Ia pun tidak berani membawa dalam jumlah banyak, kecuali ada pesanan dari langganan. Kondisi saat ini kata dia, tidak seperti tahun sebelum pandemi. Pembeli sepi meskipun harga normal.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli menyampaikan, melonjaknya harga cabai dan tomat disebabkan tingginya permintaan. Setelah diumumkan Kota Mataram PPKM level II, banyak masyarakat menyelenggarakan kegiatan sosial. “Jadi permintaan mulai merangkak normal. Dulu abnormal saat PPKM,”  ujarnya.

Stok cabai normal. Kebutuhan cabai untuk Kota Mataram biasanya setengah ton per hari. Tetapi ketersediaan mencapai 1 – 3 ton kemudian didistribusikan ke tempat lain. Sedangkan, tomat dari harga Rp3 ribu naik menjadi Rp5 ribu. Tingginya harga tomat ini juga karena tingginya permintaan. “Harga harian ramai belanja dan sedikit turun,” demikian kata dia. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional