Harga Ikan di Mataram Kembali Normal

Mataram (suarantb.com) – Akibat cuaca buruk, harga ikan di Kota Mataram sempat melonjak. Namun saat ini harga ikan telah kembali normal. Hal ini berdasarkan hasil pantauan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram, Hj. Baiq Sujihartini, Selasa, 14 Februari 2017. Pemantauan dilakukan di Pasar Kebon Roek, Ampenan bersama Sekretaris Dinas DKP, Endang Rosid Sujianto dan Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap DKP, Emir A. Rumair.

Sujihartini menyampaikan harga ikan sudah bisa dijangkau masyarakat. “Harganya sekarang tidak melonjak seperti kemarin, insya Allah sudah mulai membaik,” jelasnya.

Iklan

Hasil tangkapan nelayan kembali meningkat seiring cuaca di perairan mulai aman. Pasokan ikan pun cukup. Hal ini berdampak pada turunnya harga ikan di pasar. Menurut Sujihartini, saat ini nelayan sudah banyak yang melaut. Hasil tangkapan pun cukup banyak dibanding sebelumnya.

Untuk menjaga stabilnya harga ikan, DKP memilki tempat penyimpanan ikan (cold storage). Ketika stok ikan banyak, bisa disimpan dan diawetkan di tempat penyimpanan ini. Dan di saat stok ikan mulai kurang, persediaan di tempat penyimpanan akan dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Kabid Perikanan Tangkap, Emir A. Rumair mengatakan pihaknya juga memiliki tempat penyimpanan ikan dengan kapasitas sampai 500 ton. Dengan kapasitas penyimpanan sebesar itu, dipastikan mampu menjaga kestabilan harga ikan pada saat cuaca buruk seperti ini.

“Harga ikan akan tetap stabil,” ujarnya.

Pasokan ikan di Mataram tidak hanya dari nelayan sekitar, tetapi dari seluruh wilayah di NTB. Jika keadaan darurat, ikan kadang didatangkan dari Pulau Jawa.

“Kalau darurat, kita datangkan dari Muncar, Banyunwangi,” kata Emir.

Sementara itu, pengusaha yang memiliki cold storage, Junaidi mengatakan stok ikan di tempatnya belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pasar. Ikan yang ada di pasaran berasal dari Bali dan Jawa. Namun dipastikan harga ikan tetap stabil meskipun pasokannya kurang.

“Masih mencukupi dengan harga standar,” terang Junaidi.  (anh/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here