Harga Gula di Kota Mataram Belum Bisa Dikendalikan

Salah satu penjual gula di Kekalik Jaya,mengeluhkan HET gula di Mataram. Pasalnya, harga gula belum bisa terkendali, dari Rp14.500/kg sampai Rp16.000/kg. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Harga gula di Mataram belum bisa dikendalikan. Di beberapa pasar tradisional di Mataram, harga gula masih mengalami fluktuasi dari Rp14.500/kg hingga Rp16.000/kg. Pemerintah kota Mataram pun diminta harus segara mengendalikan harga gula.

Kepala Bidang Pengendalian Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi NTB untuk mengendalikan harga eceran tertinggi (HET) di Mataram.

Iklan

“Memang ada beberapa lokasi masih di kisaran Rp15.000/kg. Ketersediaan kita di Mataram masih cukup untuk beberapa hari ke depan,” katanya, Rabu, 26 Februari 2020. Dijelaskan, Pemkot Mataram akan melakukan operasi pasar (OP) di beberapa lokasi. OP tersebut kata Nida, untuk mengendalikan HET gula di Mataram.

Ada pun OP akan dilakukan mulai 4 Maret hingga 11 Maret 2020 mendatang. Untuk lokasi OP di Mataram, dilakukan di enam lokasi. “Ada di kantor Camat Ampenan, Lapangan Karang Pule, Lapangan Pagutan, Kantor Lurah Bertais, Kantor Lurah Sayang-Sayang, dan terakhir di Kantor Lurah Karang Baru,” sebutnya.

Nida menilai, kenaikan harga gula diakibatkan, adanya gula yang beredar di pasaran merupakan sisa stok pada awal Januari lalu. “Saya kira begitu. Tapi, yang jelas kita masih ada stok di beberapa Bulog di Mataram. Mudahan bisa tercukupi hingga dua minggu ke depan,” jelasnya.

Beberapa ritel di Mataram kata Nida, di antaranya memang masih menjual dengan harga Rp13.500/kg sampai Rp15.000/kg. Untuk itu, ujar dia, pengendalian itu perlu dilakukan untuk menyatukan HET gula di pasaran.

“Kita juga berkoordinasi dengan Pemprov untuk mengendalikan HET gula,” ucapnya.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan dengan mengaktifkan kembali produksi Gula Tambora di Kabupaten Dompu. Ia percaya hal itu bisa mengendalikan HET gula di Mataram. Ia pun memaparkan, sampai saat ini, stok gula Tambora belum bisa diproduksi sampai kota Mataram.

“Kalau bisa diaktifkan kembali. Karena beberapa Bulog juga masih kurang,” pungkasnya.

Sharusnya, HET gula di Mataram sejauh ini berada di posisi harga Rp12.500/kg. Namun di beberapa lokasi di Mataram ada yang menjual mencapai  Rp16.000/kg. “Sesuai edaran seharusnya Rp12.500/kg. Tapi kan ada beberapa sudah naik jadi Rp15.000/kg, bahkan lebih,” pungkas Nida.

Kepala Pasar Mandalika, Ismail menjelaskan, sejak hari Senin, harga gula di Pasar Mandalika Mataram mencapai Rp16.000/kgo. Sampai dengan hari Rabu kemarin, harga gula di Pasar Mandalika mulai turun menjadi Rp15.000/kg.

“Dalam tiga hari terakhir, masih belum normal. Tapi kalau melihat stok gula di Pasar Mandalika, mudahan masih tercukupi hingga seminggu ke depan,” bebernya.

Salah satu pemilik toko di Kelurahan Kekalik Jaya, Nengah mengatakan, ia menjual gula di Mataram dengan harga Rp16.000/kg. Sejak hari Senin kata Nengah, ketersediaan gula yang dijualnya masih bisa tercukupi. Dia membeli gula di pengepul dengan harga Rp14.500/kg.

“Itu pun dalam jumlah 20 kilo baru segitu dapat harganya. Tapi masih ada, beberapa sisa dari minggu lalu,” katanya. Nengah pun berharap, kenaikan harga gula tak berlangsung lama. Pasalnya, kenaikan harga gula membuat beberapa pembeli melakukan protes. “Mereka protes, karena kan naiknya harga gula capai Rp2.500 perkilonya,” tutupnya. (viq)