Harga Gabah Turun, Gubernur akan Keluarkan Edaran TPP ASN untuk Pembelian Beras Petani

Muhammad Riadi. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah rencananya akan mengeluarkan edaran kepada seluruh ASN lingkup Pemprov NTB untuk terlibat langsung menyerap beras yang dihasilkan petani lokal. Tunjangan Perbaikan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN lingkup Pemprov NTB akan digunakan untuk membeli beras dari penggilingan yang menyerap langsung gabah dan beras petani.

Kebijakan ini diambil sebagai respon untuk menangani persoalan rendahnya harga gabah di tengah petani sedang panen. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhammad Riadi mengkonfirmasi sudah mengikuti pertemuan yang digelar oleh gubernur, terkait penanganan persoalan petani saat ini.

Iklan

Harga gabah saat ini di Pulau Sumbawa sedang menjadi keluhan petani. Karena harganya di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah. Riadi mengatakan, dua pekan lalu juga telah mengikuti pertemuan dengan Bulog. Saat ini BUMN pangan ini tidak dapat melakukan serapan/pembelian gabah petani. Lantaran gudang-gudang penyimpanan beras dan gabahnya penuh.

Bahkan gudang-gudang sewaan Bulog juga penuh. “Bulog sementara tidak bisa melakukan pembelian secara maksimal. Karena mau ditaruh dimana. Stok yang ada saja sedang bingung mau dijual ke mana. Kita juga maklumi hal itu,” kata Riadi kepada Suara NTB, Kamis, 15 Juli 2021.

Riadi menambahkan, edaran ini diharapkan dapat diterapkan pada Bulan Agustus 2021 ini. Setiap ASN Lingkup Pemprov NTB di seluruh kabupaten/kota, akan diberikan beras 10 Kg, kualitas premium. Beras ini dibeli di setiap Rice Milling Unit (RMU)/penggilingan yang bermitra dengan para petani. “Dengan demikian, diharapkan serapan beras petani akan membaik. Dan harga bisa stabil,” jelas kepala dinas.

Dia juga menambahkan, pada Bulan Juli 2021 ini, ada 120.000 hektar panen. Di Pulau Sumbawa, panen dilakukan hampir setiap hari oleh petani. Sementara Bulog tidak dapat melakukan serapan secara maksimal, demikian juga pengusaha-pengusaha beras dan gabah lainnya. Karena itu, serapan beras petani oleh ASN lingkup Pemprov NTB ini akan mengurangi persoalan petani. Dan dapat diikuti oleh kebijakan pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan hal yang sama kepada seluruh ASN. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional