Harga Elpiji 3 Kg di Lotim Tembus Rp22 Ribu

Tabung elpiji 3 kg kosong ditunjukkan pengecer di Desa Korleko. Beberapa hari terakhir ini elpiji langka dan harganya cukup mahal. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Elpiji 3 Kg bersubsidi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) langka. Harga satu tabung gas ini tembus Rp 22 ribu. Padahal harga normalnya Rp17-18 ribu sudah sampai di tangan konsumen.

“Sekarang nyarinya saja sudah susah, harganya mahal lagi,” jelas Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lotim, Mirza Sophian kepada Suara NTB, Kamis, 6 Agustus 2020 .

Iklan

Pihak Disperindag Lotim ini belum menemukan penyebab kelangkaan. Pasalnya, menurut penjelasan dari pihak Pertamina stok Lotim cukup.

Kamis kemarin, jajaran Disperindag mencoba menelusuri oven-oven tembakau virginia. Dugaannya, elpiji untuk warga miskin ini digunakan oleh petani pengomprong tembakau. “Kita cek di lapangan, namun kita belum temuan oven yang pakai elpiji,” sebutnya.

Disperindag sudah meminta jajaran Dinas Pertanian untuk membantu mengecek. Termasuk meminta aparat kepolisian membantu mencari penyebab kelangkaan. Gas 3 kg merupakan hak warga miskin.

Menurut Mirza, distribusi elpiji bersubsidi ini tersendatnya dari pengecer ke konsumen. Sedangkan dari agen ke pangkalan-pangkalan tidaklah ada masalah. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here