Harga di Lombok Lebih Mahal, Pengusaha Cabai Stop Kirim ke Jawa

Ilustrasi komoditas cabai (pixabay)

Selong (Suara NTB) – Meski dikenal sebagai sentra produksi cabai nasional, harga cabai di Lombok sejauh masih lebih mahal. Para pengusaha lebih memlih menjual di Lombok dibandingkan mengirim ke Jawa. Pengiriman ke Jawa termasuk Jakarta katanya sudah dihentikan.

Hal ini dikemukakan Bendahara Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) NTB H. Subhan kepada Suara NTB, Selasa, 6 April 2021. Petani yang juga pengusaha cabai dari Suralaga ini menyebut, harga cabai di tingkat petani di Lombok saat ini Rp85 ribu per kilogram. Harga ini disebut sudah mulai menurun dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya. “Sekarang sudah turun di bawah harga Rp100 ribu per kilogram,” terangnya

Iklan

Penurunan harga cabai di Lombok ini karena cabai dari Jawa masuk ke Lombok. Menurut H. Subhan, harga di Lombok justru saat ini paling tinggi. Jawa sudah tembus harga Rp55-60 ribu per kilogram. Pengusaha cabai ini pun justru mendatangkan cabai dari Jawa. Sehari ia menerima 2-3 ton cabai kiriman rekan bisnisnya dari Jawa.

Harga di Jawa lebih rendah kata H. Subhan karena petani sudah mulai panen raya. Sementara di Lombok masih mahal karena selain cuaca, sebagian besar petani cabai juga  belum produksi.

Prediksinya, produksi mulai pertengahan puasa Ramadhan. Saat sudah produksi, harga jual cabai ini akan terus menurun. Estimasi harga cabai saat produksi ini Rp 50 ribu per kilogram. Harga ini diakui masih cukup bagus. “Asalkan jangan di bawah harga Rp15 ribu lah,” ungkapnya.

Mahalnya harga cabai tahun 2021 ini diakui terjadi cukup lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi cuaca ini membuat cabai bisa bertahan dengan harga yang cukup mahal. Prediksi H Subhan, harga mahal ini akan berlangsung sampai Bulan Mei mendatang. (rus)  

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional