Harga Daging di Mataram Masih Stabil

Pedagang daging sapi di pasar induk Mandalika, Selasa (20/10). Hingga saat ini harga daging masih stabil.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ketersediaan dan harga bahan pokok (bapok) di Mataram terpantau aman dan stabil. Mulai dari daging sapi, ayam, bawang merah, bawang putih dan lain-lain.

Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Induk Mandalika, Supartini, menerangkan kenaikan harga daging biasanya terjadi H-2 perayaan Maulid. Untuk saat ini, harga tersebut masih normal. Baik untuk daging kelas 2 yang dijual Rp110 ribu per kilogram (Kg) maupun kualitas super dengan harga Rp130 ribu per Kg.

Iklan

Kendati demikian, permintaan untuk daging baik ayam maupun sapi disebutnya masih minim sampai saat ini. “Sekarang ini belum ada yang berminat. Yang ramai itu pas H-2 atau H-3 hari Maulid, itu banyak yang beli dan harga akan naik,” ujar Supartini, Selasa, 20 Oktober 2020.

Diterangkan, kenaikan harga daging memang kerap terjadi di momen Maulid Nabi Muhammad SAW mengikuti peningkatan permintaan. Namun melihat kondisi saat ini, harga bisa saja tetap normal jika minat masyarakat mengonsumsi daging tidak mengalami peningkatan.

“Pas Maulid nanti naik, bisa sampai Rp135 ribu per Kg. Malah bisa naik sampai Rp150 ribu per Kg, tapi tergantung dari ramainya pasar. Semakin banyak yang beli makin naik harganya,” jelasnya. Untuk saat ini, permintaan masyarakat untuk daging disebutnya belum mengalami peningkatan.

Hal tersebut dinilai sebagai dampak pandemi virus corona (Covid-19), di mana jumlah pengunjung pasar juga mengalami penurunan. “Sekarang sepi orang yang belanja,” ujarnya. Dicontohkan, dalam sehari dirinya hanya bisa menjual 40 Kg daging sapi.

Di sisi lain, jika permintaan daging tidak meningkat meskipun Maulid harga diharapkan tidak terjun bebas. Menurut Supartini dalam kondisi rugi harga daging sapi bisa mencapai Rp125 ribu per Kg. “Ini harga sudah setiap harinya. Kalau yang Rp125 ribu perkilogram itu harga rugi. Orang lelang karena keadaan sepi, terpaksa harga itu yang dipakai,” jelasnya.

Sementara itu, untuk penjualan daging ayam disebut justru mengalami penetapan harga yang tidak menentu. Salah seorang pedangang daging ayam di Pasar Induk Mandalika, Yuni, menyebut hal tersebut terjadi karena permintaan daging ayam yang sangat rendah di pasar.

“Naik turun sekarang harga ayam, turunnya bisa Rp2 – 3 ribu per Kg. Kadang hari ini naik, besok dua hari lagi naik harganya,” ujar Yuni. Saat ini harga daging ayam sendiri berkisar Rp35 ribu per Kg. Menjelang satu minggu Maulid Nabi Muhammada SAW pun pembeli dan permintaan disebutnya masih sepi.

“Paling 50 Kg yang laku, itu pun masih bersisa. Sepi orang belanja sekarang. Mungkin masalah corona, mungkin juga uangnya yang tidak ada,” jelasnya. Kendati demikian, dirinya berharap menjelang Maulid harga daging ayam tersebut dapat meningkat. “Kalau besok pas maulid biasanya bisa Rp45 ribu  per Kg, karena banyak pembeli, tapi enggak tau juga besok bakalan naik atau tidak,” tandas Yuni. (bay)