Harga Daging Ayam Melonjak

Maknah, pedagang daging ayam di Pasar Cemara sedang sibuk memenuhi pesanan pembeli. Daging ayam sudah dipotong satu per satu dimasukkan ke dalam kresek. Menjelang Hari Raya Idul Adha, daging ayam mulai melonjak. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Menjelang Hari Raya Idul Adha, sejumlah kebutuhan pokok mulai melonjak. Tak terkecuali daging ayam. Kenaikan harga disinyalir permainan di tingkat pengecer. Stok daging beku maupun segar masih terpenuhi.

Pedagang daging ayam di Pasar Cemara, Maknah menuturkan kenaikan daging ayam terjadi sejak dua pekan terakhir. Perkilogram diambil dengan harga Rp42 ribu di pengecer. Maknah hanya mengambil keuntungan Rp3 ribu. “Saya ambil Rp42 ribu sekilo. Kadang saya jual Rp45 ribu,” sebutnya.

Iklan

Melonjaknya harga daging ayam dikaitkan dengan dibukanya sejumlah hotel, rumah makan dan restaurant serta mendekati lebaran. Praktis, permintaan masyarakat tinggi sehingga harga juga merangkak. “Pernah Rp25 ribu – Rp28 ribu per kilo. Gara – gara banyak orang mulai begawe (hajatan, red),” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli menyampaikan, kenaikan harga ayam dipicu mulai bukannya hotel, restaurant serta rumah makan pascapenerapan kelonggaran bagi dunia usaha. Selain itu, hajatan pernikahan mulai ramai juga berkontribusi terhadap kenaikan harga.

Untuk stok di distributor maupun peternak masih mencukupi. Persoalannya adalah, harga rentan dimainkan di tingkat pengecer. “Pengalaman saya turun di lapangan. Kalau tidak ramai pembeli, harga diturunkan. Tetapi sebaliknya harga akan naik kalau permintaan banyak,” jelasnya.

Kenakalan para pengecer tidak bisa diintervensi. Dinas Pertanian hanya sebatas mengingatkan agar tidak terlalu menaikkan harga. Mutawalli menyampaikan harga daging ayam per tanggal 9 Juli 2020 turun Rp1.000., dari Rp43.000/kg menjadi Rp42.000. “Memang sebelumnya itu harga daging ayam pernah sampai Rp 25 ribu,” sebutnya.

Menurutnya, kebutuhan stok daging ayam menjelang Idul Adha aman. Baru – baru ini, ia sudah menandatangani rekomendasi mendatangkan 100 ton daging ayam beku dari Pulau Jawa. Pihaknya bisa saja meminta penambahan apabila harga daging ayam bertambah naik. “Ini belum termasuk daging ayam segar,” demikian kata dia. (cem)

  Produksi Bawang Putih Lokal Surplus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here