Harga Cabai di Mataram Merosot

Ilustrasi Penjual cabai (Suara NTB/aan)

Mataram (Suara NTB) – Petani di Mataram kembali merugi. Harga cabai merosot dari perkiraan harga sebelumnya. Petani membiarkan salah satu bumbu dapur ini membusuk di pohon. Biaya panen lebih mahal ketimbang harga jual.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli membenarkan harga cabai turun drastis. Ini sebabkan hasil panen yang melimpah. Stok cabai yang melimpah tidak bisa dipasok ke luar daerah. Selain ongkos yang mahal, daerah lain juga sedang masuk masa panen. “Iya, produksi cabai melimpah,” kata Mutawalli dikonfirmasi pekan kemarin.

Iklan

Merosotnya harga bumbu dapur tersebut, petani memilih tidak memanen cabai mereka. Cabai dibiarkan membusuk karena petani kecewa. Pihaknya menyarankan agar cabai dikeringkan atau kelompok wanita tani memanen dan menjadikan saos. “Iya, mau tidak mau petani rugi,” ujarnya.

Mutawalli tidak mengetahui persis berapa harga cabai per kilogram yang dijual petani. Ia belum mengecek secara langsung ke pengepul. Akan tetapi, harga cabai tidak sesuai dengan biaya tanam dikeluarkan petani.

Disampaikan Mutawalli, ada kekeliruan pola tanam dilakukan oleh petani. Mereka memaksa menanam cabai sepanjang musim, padahal berbenturan dengan tanaman padi. “Karena semua panen, stok banyak, jadi harga berpengaruh,” terangnya.

Pola tanam seperti ini memiliki konsekuensi ke petani. Oleh karena itu, ia menyarankan ke petani agar mengatur pola tanam mereka. Paling tidak dua kali setahun supaya dalam lima bulan bisa panen. Produksi tidak melimpah dan harga tidak rendah. Mutawalli mengharapkan, menjelang puasa dan hari raya Idul Fitri harga cabai akan naik.

Pedagang sayur di Pasar Cemara, Ani mengaku, harga cabai turun sejak seminggu yang lalu. Sebelumnya ia menjual Rp35.000/kg, sekarang hanya Rp20.000 hingga Rp25.000/kg. Tidak diketahui penyebab turunnya salah satu bumbu dapur tersebut. “Malah yang turun harga cabai,” sebutnya.

Dia justru mengkhawatirkan menjelang puasa dan lebaran sejumlah kebutuhan pokok akan naik. Saat ini saja, bawang putih dan bawang merah sudah melonjak. Belum disusul kebutuhan lain sebagainya. (cem)