Harga Cabai di Lobar Tembus Rp150 Ribu Per Kilogram

Pedagang cabai di Pasar Gerung mengeluhkan harga cabai yang kian meroket. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Barat (Lobar) mengaku kewalahan mengatasi kenaikan harga cabai yang kian meroket hingga Rp 150 ribu per kilogram. Pasalnya pihak dinas tidak bisa memberi intervensi terhadap para pedagang terkait melonjaknya harga cabai saat ini.

“Harga cabai itu sampai tembus Rp 150 ribu, tidak hanya di Lombok,” kata Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Lobar, Abu Bakar, saat ditemui , Jumat, 26 Maret 2021.

Iklan

Abu Bakar menyebut tren kenaikannya sama seperti sebelumnya, mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 75 ribu dan tembus Rp 120 bahkan lebih di atas itu. Kondisi ini pun sudah berlangsung semenjak musim hujan.

“Ketika hujan, cabai itu tidak kuat, para petani kita juga kan banyak yang mengalihkan pola tanamnya ke padi,” ujarnya. “Kalau dilihat tingkat kenaikan harganya, ini sudah lebih dari sekian ratus persen,” tambahnya.

Diakuinya, sejak awal Januari tahun ini, harga cabai masih Rp 25 sampai Rp 35 ribu per kilonya. Lalu masuk minggu ke-tiga, harga cabai di Lobar sudah menembus angka Rp 60 ribu dan minggu ke empat sudah beranjak ke angka Rp 70 ribu. “Berlaku hukum ekonomi, barang yang susah di dapat ya harganya melonjak. Ini yang kita mau intervensi tapi agak berat,” akunya.

Menurutnya, cabai sangat berisiko apalagi saat hujan. Ia mengaku pihaknya kesulitan untuk melakukan intervensi karena belum diketahuinya siapa pihak pengepul cabai tersebut di Lobar. Karena untuk memenuhi kebutuhan cabai di Lobar yang tergolong besar, para pedagang mengambil dari Pulau Sumbawa dan Jawa.

Saat ditanyai mengenai tingkat kebutuhan cabai per tahunnya di Lobar, ia mengaku belum mengetahui data pastinya. Karena hal itu dinilai relatif dan berubah-ubah. “Kebutuhan cabai kita di Lobar ini bisa dikatakan banyak memang, tapi kuantitasnya berapa, mohon maaf saya belum bisa jawab. Karena itu butuh angka pasti, tentu perlu didata juga masing-masing pasar dan stok cabai,” imbuhnya.

Sementara itu Nur salah seorang pedagang di Pasar Gerung mengatakan perubahan harga cabai terjadi setiap hari. Kadang-kadang naik, kadang turun. Tetapi saat ini, diakuinya sudah satu minggu harga cabai terus meningkat.

Diakuinya, bersama pedagang lainnya pun tidak berani mengambil stok cabai terlalu banyak. Karena selain harus mengeluarkan biaya mahal, tetapi karena para pembeli juga turut menjadi tak menentu lantaran kenaikan harga itu pun menjadi pertimbangan, sehingga kadang hanya mengambil stok cabai sebanyak 2 kg saja. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional