Harga Cabai di Kota Mataram Mulai Turun

Ilustrasi pedagang cabai. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Masyarakat khususnya ibu rumah tangga bisa bernafas lega. Harga cabai sejak pekan kemarin mulai turun. Pemerintah mengharapkan masyarakat menghindari sikap konsumtif.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli menyampaikan, harga cabai sejak beberapa hari lalu mulai turun. Stok telah melimpah. Petani enggan mengirim ke Pulau Jawa. Perbandingan harga di Lombok dan Jawa tidak jauh berbeda. Pengepul atau distributor memilih menjual di daerah.

Iklan

“Harga di Jawa juga turun. Selama harganya hampir berbeda sedikit maka cabai tidak akan dikirim,” kata Mutawalli dikonfirmasi, Senin, 17 Februari 2020.

Salah satu bumbu dapur tersebut harganya Rp50 ribu/kg. Diprediksi harga tersebut akan semakin menurun. Mutawalli menambahkan, pemerintah pusat memiliki program untuk menekan harga cabai yang relatif melonjak setiap tahunnya. Kementerian Pertanian memberikan bantuan 100 hektar lahan untuk cabai dan bawang.

Bantuan tersebut diberikan ke petani berupa bibit, pupuk serta kebutuhan lainnya. Dengan harapan, produksi cabai melimpah serta dapat menekan harga. “Jatah cabai 25 hektar. Ada juga bawang merah. Total bantuan dari pusat 100 hektar,” jelasnya.

Untuk bawang putih diakui Mutawalli, tidak bisa dikendalikan. Hal ini dipengaruhi oleh dihentikannya import bawang putih dari China. Solusi menekan harga bawang, NTB khususnya di Kabupaten Lombok Timur memiliki lahan bawang di Sembalun. Artinya, kebutuhan bawang tingkat lokal dapat dipenuhi.

Mutawalli menambahkan, kebutuhan bawang maupun stok di NTB tidak diketahui. Pihaknya hanya mengukur dari jumlah bawang yang masuk di pasar. Saat terjadi kenaikan harga dipastikan ada masalah tingkat bawah. “Seharusnya Dinas Pertanian NTB yang jawab kebutuhan bawang,” ucapnya.

Kepala Dinas Perdagangan, H. Amran M.Amin juga mengatakan hal sama. Kecenderungan harga cabai mulai perlahan menurun dibandingkan dengan bawang putih. Pekan kemarin, harganya Rp50 ribu/kg untuk cabai. Dan, bawang putih kisaran Rp60 ribu. Sejauh ini, pihaknya belum bisa menekan lonjakan harga tersebut. Kewenangan impor bawang putih berada di pemerintah pusat. Namun, isu virus corona menimbulkan gejolak sehingga dihentikannya pengiriman salah satu bumbu dapur tersebut. (cem)