Harga Cabai Anjlok, Petani Disarankan Jual dalam Bentuk Olahan

Mataram (suarantb.com) – Harga komoditas cabai, khususnya cabai rawit akhir-akhir ini anjlok hingga mencapai harga Rp 3 ribu per kilogram dari petani. Melihat kondisi ini, Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani menyarankan agar petani menjual cabai dalam bentuk olahan untuk menambah nilai jual.

“Nah itu, harusnya ada olahan-olahan, itu dari industri olahan untuk cabai. Misalnya dibuat sambal cengeh, kerja sama dengan industri olahan sambal juga bisa,” ujarnya ditemui usai Rapat Paripurna di Kantor DPRD NTB, Senin, 9 Oktober 2017.

Iklan

Mengenai harga sejumlah bumbu dapur, seperti cabai rawit, cabai keriting, bawang merah dan bawang putih, Kadis Pertanian dan Perkebunan NTB, Husnul Fauzi di lokasi yang sama juga mengatakan Pemprov NTB telah meminta kepada Kementerian Pertanian untuk menentukan harga pembelian di tingkat petani.

“Sesuai dengan tiga analisa yang kami gunakan yaitu analisa SWOT, Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) dan Break Even Point (BEP). Nah dari BEP, B/C Ratio dan SWOT ini maka harga yang paling rendah untuk pembelian cabai rawit di tingkat petani itu Rp 16.500 dan bawang merah Rp 22.500. Mudah-mudahan disetujui oleh Menteri, agar tidak ada gejolak di tingkat petani,” paparnya.

Husnul mengaku tak ingin masyarakat berpikir bahwa pemerintah daerah hanya berdiam diri, tak melakukan intervensi apapun. Hanya saja, ia mengaku masih menunggu regulasi tersebut disahkan pemerintah pusat. Barulah kemudian pemerintah daerah bisa mengambil tindakan langsung.

“Tetapi itulah regulasi harus dilahirkan oleh pemerintah pusat. Tidak bisa Pak Gubernur itu menentukan langsung harga pembelian terendah di petani. Tapi kalau belum ditentukan, belum bisa diintervensi. Makanya Bulog harus juga membeli pada saat harga jatuh seperti ini,” sahutnya.

Mengenai perkembangan terkini usulan penetapan harga pembelian di tingkat petani tersebut, mantan Kepala Dinas Pertanian NTB ini menjawab tengah menunggu respon pemerintah pusat.

“Surat sudah dilayangkan, melalui whatsapp juga sudah disampaikan. Terus kita dampingi, mudah-mudahaan bisa cepat direspon,” tandasnya. (ros)