Harga Beras Medium Bulog Disesuaikan

Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Abdul Muis meninjau stok beras di gudang Bulog (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah kemabli melakukan penyesuaian harga, termasuk untuk wilayah NTB. Khsusnya untuk beras kualitas premium KPSH/Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga. Penyesuaian dilakukan berdasarkan surat Menteri Perdagangan Nomor 13/M-DAG/SD/1/2021 tanggal 6 Januari 2021, perihal KPSH Beras Medium. “Tadinya harganya Rp8.100 perkilo, naik menjadi Rp8.300 perkilo. Berlaku di Wilayah I, Jawa, Sulawesi, NTB, Bali, Sumatera Selatan,” kata Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Abdul Muis.

Penyesuaian harga beras KPSH ini adalah upaya pemerintah agar masyarakat mendapatkan pangan dengan harga murah. Kabijakan ini murni kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan yang dieksekusi oleh Perum Bulog.

“Ini kalau konsumen membeli beras premium gudang Bulog harganya Rp8.100 perkilo. Kalau beli di mitra Bulog, harganya menjadi Rp8300 perkilo. Kenapa naik,  termasuk salah satunya menghitung harga ongkos pengiriman dari gudang Bulog ke mitra,” ujarnya.

Selanjutnya, mitra Bulog, diantaranya adalah RPK (Rumah Pangan Kita) dan pedagang-pedagang lainnya akan menjual kembali ke masyarakat (konsumen) dengan harga yang sesuai. Namun tidak boleh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, Rp9.450 perkilo untuk beras kualitas medium.

“Harganya penyesuaian ini masih jauh dari HET. Dan berlaku hanya di daerah-daerah produsen, wilayah I termasuk NTB. Sementara daerah-daerah di wilayah II dan III masih dengan harga Rp8.600 perkilo. Kenapa wilayah I disesuaikan harganya, karena disparitas harganya terlalu jauh dengan daerah wilayah II dan III,” imbuhnya.

Tujuan penyesuaian harga oleh pemerintah untuk wilayah I Indonesia ini, bisa juga sebagai upaya pemerintah melakukan pengurangan subsidi yang begitu besar. Selama ini beras medium dijual ke masyarakat dengan harga Rp8.100 perkilo, pemerintah mengeluarkan subsidi kepada Perum Bulog. Karena harga beras medium sejatinya sebesar Rp10.543 perkilo.

“Masyarakat membeli dengan harga Rp8.100 perkilo di mitra-mitra Bulog, tapi sejatinya harga beras medium itu Rp10.543 perkilo. Selisih harga itulah yang dibayar oleh pemerintah kepada perum Bulog. Sekarang dinaikkan jadi Rp8.300 perkilo agar pemerintah tak terlalu besar mengeluarkan subsidi,” jelas Muis. Meski demikian, harga beras medium Bulog ini dianggap masih rendah. Kendati disesuaikan kembali harganya oleh pemrintah. Sebab di pedagang-pedagang swasta lainnya yang bukan mitra Bulog, harga jual beras medium ini diatas Rp9.000 perkilo.

“Jadi kalau masyarakat mau beli beras murah, ya di Bulog, atau melalui downline Bulog, atau rumah pangan kita, atau toko pangan kita. Jumlahnya tidak terbatas, berarapun kita layani pembeliannya,” katanya. Tahun 2020 lalu, Bulog menjual beras medium KPSH sebanyak 39.000 ton. Sehingga beras di NTB nyaris tak mengalami kenaikan signifikan. Dan inflasi juga sangat terkendali.  Harga –harga komoditas lainnya juga ikut tak mengalami kenaikan.

Dengan adanya beras medium KPSH yang disalurkan oleh Perum Bulog ini, harga beras masih tetap terkendali. Perum Bulog pada  tahun 2021 ini NTB target menyiapkan persediaan beras premium sebanyak 40.00 ton. Para pedagang tidak perlu membeli beras ke luar daerah. Sebab, Bulog telah menyiapkan KPSH beras medium dengan harga di bawah HET. Penyaluran KPSH bertujuan untuk menjaga ketersediaan beras medium di pasar-pasar. Kemudian, menjaga keterjangkauan harga beras medium. (bul)