Harga Beras Dinilai Masih Wajar

Kasubdit I Industri dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda NTB, Feri Jaya Satriansyah (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda NTB tak bisa bertindak menyikapi keluhan  harga beras mahal. Sebab sepanjang tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, harga dianggap masih wajar dan stabil.

Kasubdit I Industri dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Feri Jaya Satriansyah, SIK menjelaskan, tugas pokok Satgas Pangan adalah menjamin ketersediaan pasokan beras, mengendalikan harga agar tidak liar, hingga awasi jalur pendistribusian beras. Sejauh ini menurutnya tidak ada masalah dalam proses tersebut, sehingga belum ada langkah tindakan.

Iklan

‘’Kalau harga beras masih dianggap mahal meski di bawah HET, itu persoalannya lain. Tapi masih kita anggap harganya (beras) wajar,” ujarnya, Kamis (10/1). Dengan harga beras premium mencapai Rp 10.000 sampai Rp 11.000  per Kg menurutnya masih jauh lebih murah dibanding daerah lain, termasuk Kalimantan.   Harga tersebut sudah diidentifikasi dan tidak sampai memicu gejolak di masyarakat,  sebab tidak melampaui HET.

‘’Kalau ada yang melebihi HET, tunjukkan ke saya. Di mana pasarnya, siapa pedagangnya,’’ tantangnya. Bahkan ia siap turunkan tim gabungan bersama Dinas Perindustrian Provinsi NTB.

Sekali lagi ditegaskannya, salah satu kewenangan Satgas Pangan adalah kontrol kebutuhan pokok, termasuk beras.

Dasar hukumnya, sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2018  dan Permendag Nomor 96 tahun 2018. Sejauh ini, pantauan setiap hari di lapangan, tidak ada masalah. Update data lapangan per Kamis (10/1) kemarin, menurut catatannya, harga beras premium Rp 10.000 per Kg, masih sama dengan sehari sebelumnya. Sedangkan harga beras medium Rp 9000 per Kg, tidak ada perubahan dengan hari sebelumnya.

Jika ada harapan agar beras diturunkan dari harga pasaran saat ini, maka akan berdampak domino. Harga murah dari distributor, akan berantai ke agen hingga pedagang. ‘’Nah siapa dirugikan dengan harga beras murah? Ya petani,’’ tegasnya.

Saat ini cadangan beras di Bulog cukup untuk 14 bulan ke depan. Jika ada opsi untuk mengeluarkan cadangan itu untuk menstabilkan harga mahal versi masyarakat tertentu, maka Bulog tidak punya dasar kuat, kecuali melebihi HET. (ars)