Harga Benih Bening Lobster Anjlok

Yusron Hadi (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Harga Benih Bening Lobster atau biasanya juga disebut BBL, harganya anjlok. Anjloknya bahkan mencapai separuh atau 50 persen dari harga biasanya.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB juga sudah mendapatkan laporan penurunan harga lobter yang belum lama dibuka keran ekspornya oleh Kementerian Kelautan Perikanan RI ini.

Iklan

‘’Harga benih lobster pasir sekarang Rp4.500 per ekor. Sebelumnya Rp10 ribuan per ekor. Demikian juga benih lobster mutiara, sekarang harganya Rp20.000 per ekor. Sebelumnya sampai Rp 40 ribu per ekor,” sebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Yusron Hadi, ST.MMum.

Di temui di ruang kerjanya, Kamis, 24 September 2020, mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB ini tak memungkiri penurunan harga BBL yang dapat mengurangi minat nelayan melakukan penangkapan. Penurunan harga ini salah satunya karena permintaan Vietnam yang melemah. ‘’Bisa saja karena faktor Covid-19,’’ katanya.

Fenomena ini tentu tidak merugikan sepenuhnya. Justru menjadi peluang bagi kegiatan pembudidayaan lobster di NTB. Harga benih yang rendah harapannya dapat meningkatkan aktivitas budidaya benih lobster di NTB.

Diketahui Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 tentang pengelolaan lobster, kepiting, dan rajungan di wilayah Indonesia. Melalui aturan tersebut, Edhy membuka kembali keran ekspor benih lobster yang sebelumnya dilarang di era Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Aktivitas penangkapan benih lobster juga diatur. Hanya kepada nelayan-nelayan yang mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kelautan Perikanan, diperbolehkan melkauakan penangkapan. Demikian juga perihal budidaya dan ekspornya, tidak dilakukan sembarang. Hanya perusahaan-perusahaan yang sudah diberikan izin.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, kata Yusron, terakhir mengajukan jumlah nelayan penangkap benih lobster sebanyak 12 ribuan nelayan. Terdapat sebanyak 10.900 yang sudah diberikan rekomendasi oleh KKP.

Sementara jumlah perusahaan yang sudah diberikan izin mengekspor benih lobster sebanyak 35 perusahaan lokal NTB dan perusahaan luar daerah. Yusro mengatakan, terus mendorong lebih banyak lagi nelayan penangkap bisa teregister.

‘’Apalagi sudah ada e-lobster, aplikasi yang diluncurkan KKP kepada nelayan untuk mendaftarkan diri secara mandiri. Bagi yang tidak mampu menggunakan teknologi, kita tetap bantu kalau datang ke kantor,’’ imbuhnya.

Syarat mendapatkan registrasi sebagai nelayan penangkap ini mudah. Hanya kartu tanda penduduk, rekomendasi dari desa. Dan rekomendasi dari penyuluh. Selanjutnya Pemprov NTB yang mengajukannya ke KKP.

Aktivitas penangkapan benih lobster  ini juga sudah berjalan sejak izin diterbitkan Menteri Edhy Prabowo. Untuk memvalidasi jumlah benih lobster yang dikeluarkan dari Provinsi NTB, diharapkan kepada dinas yang membidangi kelautan dan perikanan di kabupaten untuk melaporkan secara rutin jumlah kiriman berdasarkan Surat Keterangan Asal Barang (SKAB).

‘’Kalau bisa ada laporan bulanan ke kita (Pemprov NTB) untuk memastikan jumlah benih lobster kita yang keluar,’’ demikian Yusron.(bul)