Harga Bawang Putih Impor Naik

Bawang putih impor.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Harga bawang putih impor melonjak naik. Dari harga Rp35.000/kg naik menjadi Rp45.000/kg, bahkan sampai Rp50.000 di beberapa pasar tradisional di Mataram. Kenaikan itu diduga kuat akibat pembatasan impor.

“Saya kemarin baru sempat bicara dengan kepala pasar Mandalika, terkait dengan harga bawang putih impor. Pasokan ke Mataram itu masih terhambat akibat pembatasan impor karena virus Corona. Sementara ini produksi  kita di Mataram tidak mencukupi,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Amran M. Amin, Rabu, 5 Februari 2020.

Iklan

Dijelaskan Amran, Pemerintah Kota Mataram selalu impor bawang putih dari pulau Jawa. Keterlambatan impor dari Jawa ini kata Amran, membuat stok bawang putih di beberapa pasar tradisional di Mataram berkurang. “Kira-kira pasokan dari Jawa yang terhambat. Ada unsur yang dari luar juga, seperti pembatasan impor,” jelasnya.

Melaui tim pengendali inflasi daerah (TPID) Mataram, sampai saat ini, kekurangan suplai stok bawang ke Kota Mataram belum dapat dipastikan sampai kapan. Sehingga TPID kota Mataram belum bisa menyimpulkan sesungguhnya sejauh mana kekurangan stok ini sehingga berdampak pada kenaikan harga.

Ditemui di Pasar Mandalika, Sholeha (45) menuturkan, harga bawang putih semenjak tiga hari terakhir terus mengalami kenaikan. Dari hari Senin lalu kata Sholeha, harga bawang putih impor mencapai Rp40.000/kg. “Sekarang sudah naik jadi Rp50.000/kg dari harga semula Rp35.000/kg,” katanya.

Harga bawang putih impor ini kata Sholeha memprediksi, akan terus mengalami kenaikan selama beberapa hari ke depan. Pasalnya, ia mengambil bawang dari pengepul di salah satu agen tak sebanyak pada hari-hari biasa. Untuk harga bawang putih lokal kata dia, juga mengalami kenaikan mencapai Rp60.000/kg. “Kenaikan harga ini kan buat pembeli jadi agak sepi dari biasanya. Hari ini saja baru terjual sebanyak 5 kg,” tutupnya. (viq)