Harga Bapok Belum Stabil di Dompu

Harga bahan pokok di Pasar Induk Dompu, masih belum stabil akibat menurunnya kebutuhan masyarakat di masa pandemi Covid-19, Senin, 14 September 2020.(Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Harga sejumlah kebutuhan Bahan Pokok (Bapok) di Dompu, masih belum stabil. Seperti halnya cabai, bawang putih dan berbagai komoditas pertanian lain. Kondisi itu, makin diperparah munculnya pasien positif Covid-19 baru di wilayah ini.

Salah seorang pedagang di Pasar Induk, Nurjanah kepada Suara NTB mengaku, tak ada perubahan terkait harga komoditas pertanian yang dijajakan, baik itu pasokan pengepul dari luar daerah maupun hasil pertanian lokal. “Belum ada yang berubah, masih seperti kemarin harganya,” cetus dia saat ditemui Suara NTB, Senin, 14 September 2020.

Iklan

Dalam dua bulan terakhir, harga komoditas pertanian khususnya untuk keperluan bumbu dapur mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Untuk cabai rawit misalnya, dari kisaran Rp30-Rp50 ribu/Kg kini paling tinggi dijual pedagang Rp15 ribu/Kg. Pun demikian dengan cabai keriting yang dipasok pengepul luar daerah.

Kondisi itu, lanjut Nurjanah, juga berlaku untuk bahan pokok lain seperti bawang merah, bawang putih dan tomat. Di mana sebagian besar harganya anjlok lantaran kebutuhan masyarakat yang terus menurun selama pandemi Covid-19. “Pokoknya sejak corona ini ndak pernah dapat untung, sehari kadang Rp100 ribu kita bawa pulang,” ujarnya.

Biasanya, dari berbagai jenis kebutuhan bahan pokok yang dijajakan, paling minim dirinya bisa memperoleh keuntungan sampai Rp500 ribu dalam sehari. Namun melihat kondisi sekarang, apalagi bertambahnya kasus positif Covid-19 baru, mustahil baginya untuk memperoleh keuntungan sebesar itu.

Pedagang memilih terus bertahan hanya untuk bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. “Kalau ndak begini mau makan pakai apa, bantuan juga kita ndak dapat dari pemerintah. Kemarin hanya beras 5 kilogram dari pak lurah,” pungkasnya. (jun)