Harga Bapok Anjlok di Dompu

Tampak pedagang di Pasar Induk Dompu, melayani salah seorang pembeli di tengah rendahnya kebutuhan masyarakat, Minggu, 30 Agustus 2020.(Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Harga sejumlah kebutuhan Bahan Pokok (Bapok) di Dompu, anjlok ditengah musim kemarau tahun ini. Seperti halnya cabai, bawang putih, tomat dan berbagai komoditas pertanian lain. Menurunnya tingkat kebutuhan masyarakat dianggap pemicu utama. Demikian ungkap Nurjanah, salah seorang pedagang di Pasar Induk ketika ditemuii Suara NTB, Minggu, 30 Agustus 2020.

Ia mengatakan, dalam dua bulan terakhir ini sebagian besar kebutuhan bahan pokok khususnya untuk keperluan bumbu dapur, mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Akibatnya, keutungan yang diperoleh minim bahkan terkadang membuatnya rugi lantaran barang dagangan busuk tak laku terjual. “Sepi sekarang tidak ada orang yang belanja, harganya juga turun drastis,” terangnya.

Iklan

Di antara bahan pokok yang mengalami penurunan harga cukup signifikan itu, antara lain cabai rawit dan keriting. Dari kisaran Rp30-Rp50 ribu/Kg kini paling tinggi dijual pedagang Rp15 ribu/Kg. Sedangkan tomat dari Rp15 ribu/Kg anjlok sampai Rp3000/Kg.

Sementara untuk bawang putih pasokan luar daerah dan bawang merah hasil pertanian lokal, lanjut Nurjanah, harganya bervariasi. Untuk yang sudah dikupas kulitnya Rp25 ribu/Kg, sedangkan masih bersama ampas Rp20 ribu/Kg. “Hanya segitu saja berani kita jual, karena kalau bertahan dengan harga tinggi sementara pembeli ini sepi pedagang yang rugi, ini saja sudah ada satu karung yang busuk cabai dan tomat,” jelasnya.

Anjloknya harga komoditas pertanian untuk keperluan bumbu dapur dalam dua bulan terakhir ini, menurutnya, imbas dari pandemi Covid-19 yang mengakibatkan masyarakat sulit mencari nafkah, sehingga berdampak terhadap rendahnya pendapatan dan tingkat kebutuhan mereka akan bahan pokok.

Untuk meminimalisir kerugian, alternatifnya yakni mengurangi penyetokan bapok dari luar daerah. “Itu saja masih tetap ada yang busuk akibat tidak laku, karena semakin hari sekarang ini makin sepi yang datang. Tetapi mau bagaimana, itu kan risiko pedagang, kalaupun ada lebih cukup buat makan saja,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional