Harga Bahan Pangan di Mataram Mulai Melonjak

Mataram (Suara NTB) – Harga beberapa bahan pangan khususnya bumbu dapur di Kota Mataram mulai melonjak naik. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram, Uun Pujianto kepada Suara NTB menyampaikan selain cabai yang mengalami kenaikan sejak dua pekan lalu, kini harga bawang merah juga mulai naik.

“Sudah mulai naik harga-harga karena pengaruh cuaca. Beberapa komoditi sudah mulai melonjak naik,” jelasnya. Berdasarkan pemantauan pihaknya di pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Mataram, harga cabai di Kota Mataram mencapai Rp 40 ribu-Rp 45 ribu per kilogram. Sedangkan harga bawang merah mencapai Rp 45 ribu per kilogram. Selain karena pengaruh cuaca, kenaikan harga komoditi ini karena kebutuhan masyarakat yang meningkat.

Iklan

Menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Desember mendatang, Uun juga memprediksi harga daging akan mengalami lonjakan, baik daging ayam maupun daging sapi. “Kemungkinan harga daging ayam dan daging sapi akan naik karena kebutuhan masyarakat saat Maulid tinggi,” jelasnya.

Kenaikan harga daging ini bukan karena tingginya permintaan dan stok yang terbatas. Dari segi stok, Uun mengatakan stabil, tapi kenaikan harga ini dilakukan sendiri oleh para pedagang karena melihat tingginya permintaan masyarakat. Pedagang juga memanfaatkan momentum perayaan Maulid Nabi untuk menaikkan harga daging. “Biasanya tidak naik. Tapi biasanya pedagang yang menaikkan (harga) karena memanfaatkan momentum Maulid. Tapi stoknya aman,” terang Uun.

Untuk harga sembako seperti beras dan gula, Uun mengatakan stabil. Pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan Dolog untuk pelaksanaan operasi pasar beras dan gula pasir. OP ini dilaksanakan di Kantor Dolog dan juga di beberapa pasar tradisional. Tim dari Diskoperindag Kota Mataram juga tetap turun setiap hari memantau berbagai harga sembako dan komoditi lainnya di empat pasar tradisional yaitu Mandalika, Kebon Roek, Cakranegara, dan Pagesangan. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here