Harga Anjlok, Petani Bawang juga Didera Mahalnya Pupuk dan Pestisida

H.  Taufik HAK (Suara NTB/dok)

Bima (Suara NTB) – Persoalan yang dihadapi petani bawang merah di Kabupaten Bima saat ini, tidak hanya harga hasil panen yang anjlok dan pemasaran yang minim saja. Namun juga menghadapi perilaku oknum yang menjual pupuk subsidi dan pestisida yang mahal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Drs. Taufik HAK, M.Si, mengaku Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima melalui Dinas Koperindag dan Disperbun tetap rutin memonitoring dan evaluasi (monev) ke lapangan. “Tetap dipantau terkait harga bawang merah ini. Termasuk monev harga pupuk dan pestisida yang dijual di pasar,” katanya, Selasa, 23 November 2021.

Iklan

Meski ada temuan yang mengarah praktik penjualan pupuk dan pestisida yang tidak sesuai HET, namun Ketua Komisi Pengawas Pestisida dan Pupuk (KP3) Kabupaten Bima ini mengaku pihaknya tidak berdaya menghadapi ulah oknum pengecer dan distributor nakal tersebut.

Karena menurutnya, Pemkab Bima melalui KP3 tingkat Kabupaten/Kota hanya berwenang mengeluarkan rekomendasi. Sementara pihak yang berhak mengeluarkan, mencabut izin hingga memberikan sanksi wewenang Pemerintah Pusat.

“Persoalan kelangkaan pupuk subsidi atau dijual melebihi HET, hingga mahalnya pestisida bukan saja ulah oknum di tingkat pengecer. Tapi yang nakal juga tingkat distributor,” katanya.

Ia mengaku pihaknya pernah melaporkan oknum distributor pupuk dengan disertai data-data lengkap terkait dugaan menjual pupuk tidak sesuai ketentuan ke aparat kepolisian. Hanya saja, tiba-tiba datang surat dari Pemerintah Pusat yang menyatakan distributor tersebut berprestasi. “Dan pada akhirnya laporan batal dan tidak diproses. Terkesan pemerintah ini dipermainkan oleh oknum distributor ini,” katanya.

Untuk memudahkan pengawasan dan penindakan, Sekda berharap pihak yang mengeluarkan hingga mencabut izin usaha distributor pupuk, dialihkan dan menjadi kewenangan Pemerintah Daerah.

“Kami berharap Pemerintah Pusat memberikan kewenangan kepada Pemerintah daerah untuk menunjuk dan mengeluarkan SK distributor pupuk dan pestisida, sehingga bisa mengawasi dan menindak secara langsung,” ujarnya.

Disamping itu, lanjut dia, pihaknya juga akan segera mencarikan rumusan, langkah serta upaya jangka pendek hingga panjang dalam menangani persoalan yang dihadapi petani bawang merah saat ini.  “Dalam waktu dekat kita akan gelar rapat koordinasi dengan OPD teknis terkait bersama kelompok tani untuk mencarikan rumusan yang baik dalam mengelola kebutuhan petani, seperti pupuk, bibit hingga pestisida,” pungkasnya. (uki)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional