Harga Anjlok, KTNA Dorong Pemda Beli Bawang Putih Petani Sembalun

Petani memasuki masa panen Bawang Putih Sembalun. Namun harga Bawang Puti Sembalun ini anjlok. Salah satu penyebabnya karena covid-19.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Harga bawang putih Sembalun, Kabupaten Lombok Timur disebut-sebut petani setempat anjlok. Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) pun mendorong, pemerintah daerah membelinya. Ketua KTNA Provinsi NTB, H. Haerul Warisin kepada Suara NTB di Mataram, Selasa, 4 Agustus 2020 mengatakan, harga bawang putih Sembalun bahkan turun sampai Rp400.000/kwintal. Padahal, sebelumnya harga bawang putih Sembalun bahkan menembus Rp3,5 juta perkwintal.

Mantan Wakil Bupati Lombok Timur ini mengatakan, terhadap kondisi yang dialami petani bawang putih Sembalun, di KTNA se Indonesia ia juga mempromosikan agar dibeli. Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah menggalakkan penanaman bawang putih di Sembalun. Sentra pertanian di kaki Gunung Rinjani inipun ditetapkan sebagai sentra produksi bawang putih nasional.

Iklan

Pemerintah sebelumnya telah merencanakan, hasil produksi petani bawang putih Sembalun akan dibeli oleh daerah-daerah pertanian bawang putih di Indonesia. “Saya sudah coba hubungi pusat, dan KTNA pusat tentang program penanaman bawang putih sebelumnya. Tetapi, anaggaran di Kementerian Pertanian dialihkan Rp7,1 triliun untuk penanganan Covid-19. Sehingga kegiatan penanaman di daerah-daerah di luar NTB mengalami hal yang sama, tidak punya anggaran untuk pembelian bibit,” ujarnya.

Sehingga pasar yang paling diharapkan adalah penjualan bawang putih untuk kebutuhan konsumsi. Namun disayangkan, konsumsi bawang putih nasional dipengaruhi oleh bawang putih yang didatangkan dari luar negeri (import). “Import bawang putih begitu banyak masuk, sehingga terbentur bawang putih lokal kita. Rupanya pemerintah teledor, mengadakan bawang putih impor dalam jumlah cukup banyak. Sehingga harga bawang putih lokal menjadi tidak menentu,” imbuhnya.

Salah satu cara yang diusulkan KTNA adalah bagaimana pemerintah daerah, terutama Kabupaten Lombok Timur membuat kegiatan untuk penanaman bawang putih. Bisa saja temanya persiapan benih bawang putih untuk kebutuhan penanaman di Indonesia pada 2021 mendatang. Pemerintah daerah bisa membeli bawang putih petani Sembalun dengan harga yang sesuai. Selanjutnya diberikan bantuan kepada masyarakat petani lainnya untuk ditanam kembali di daerah-daerah yang menyesuaikan.

Diharapkan untuk dijadikan bahan olahan, Anggota DPRD NTB ini nampaknya tak cukup optimis produksi bawang putih yang ada di petani bisa terserap maksimal. “Untuk bahan olahan saya pikir belum bisa, bisa untuk kosmetik, bisa juga untuk olahan-olahan lainnya. Tapi kan bukan di kita tempatnya. Makanya tidak bisa menyerap maksimal,” demikian Haerul. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here