Hanya Tujuh Pelamar Berhasil Isi Formasi Guru di KSB

Pelamar sedang melihat pengumuman hasil seleksi CPNS. (Suara NTB/dok)

Taliwang (Suara NTB) – Harapan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dapat merekrut guru sebanyak formasi yang dibuka pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini pupus sudah. Betapa tidak, dari 148 formasi yang disiapkan hanya tujuh pelamar yang dinyatakan lulus tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Berdasarkan data tim seleksi CPNS KSB, tujuh pelamar guru yang berhasil memenuhi standar nilai kelulusan itu. Di antaranya guru kelas 1 orang, guru matematika 1 orang dan 5 orang guru taman kanak kanak (TK). “Itu saja yang terisi dari semua pelamar yang telah mengikuti seleksi,” terang juru bicara Timsel CPNS KSB, Mars Anugerahinsyah, S.Hut kepada Suara NTB, Kamis,  8 November 2018.

Iklan

Ia menjelaskan dari tiga formasi guru tersebut hanya guru matematika yang terpenuhi. Sementara untuk guru kelas berdasarkan kuota yang dibuka sebanyak 47 orang dan guru TK 27 orang. “Jadi untuk guru kelas kita kurang 46 sedangkan guru TK kita lowong 22 formasi tidak terisi,” paparnya.

Pada penerimaan CPNS tahun ini, Pemda KSB membuka 8 jenis tenaga formasi guru. Selain tiga formasi tadi, ada guru agama Hindu 3 formasi, guru agama Islam 23 formasi, guru Bimbingan Konseling (BK) 10 formasi, guru Bahasa Indonesia 2 formasi dan guru pendidikan jasmani (Penjas) sebanyak 27 formasi.

Mars mengatakan, sudah tertutup harapan untuk memenuhi kuota penerimaan CPNS tahun ini. Terlebih formasi guru paling banyak yang dibuka Pemda KSB sebanyak 148 formasi dari 226 total jatah KSB. “Itu lebih dari 50 persen jatah kita tahun ini,” sebutnya.

Sebagai formasi terbanyak yang dibuka, jumlah pelamar formasi guru di CPNS KSB kali ini cukup banyak. Tercatat 1.375 pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat (MS). Dengan jumlah pelamar sebanyak itu, Pansel sebelumnya sangat berharap semua formasi terisi terlebih setiap jenis formasi pelamarnya melebihi kuota yang dibutuhkan.

“Kita memang berharap semua terisi setiap formasi karena pelamarnya banyak sekali. Tapi akhirnya kita harus lihat kenyataan di lapangan, dari 148 yang kita buka hanya tujuh terisi,” ujarnya Mars.

Sementara itu, saat ini kegiatan tes sudah memasuki pelamar untuk tenaga kesehatan. Mars mengaku, untuk formasi tenaga kesehatan ini Pansel juga berharap akan banyak peserta yang bisa memenuhi standar nilai kelulusan SKD.

“Kalau untuk tenaga kesehatan ini kita lihat lebih bagus ya. Karena sementara ini sudah banyak yang melampaui passing grade. Mudah-mudahan kuota kita bisa maksimal,” harapnya. (bug)