Hanya Temukan Satu Kasus Covid-19 Dalam Gelaran WSBK Mandalika

H. Lalu Hamzi Fikri (Suara NTB/nas)

PEMPROV melalui Dinas Kesehatan (Dikes) NTB menyebutkan hanya ditemukan satu kasus Covid-19 dalam gelaran World Superbike (WSBK) Mandalika, 19 – 21 November, pekan lalu. Satu penonton yang positif Covid-19 diketahui dari hasil pemeriksaan rapid antigen sebelum memasuki kawasan Sirkuit Mandalika.

Kepala Dikes NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, M.M., MARS., yang dikonfirmasi Rabu, 24 November 2021 siang kemarin menyebutkan, jumlah sampel pemeriksaan PCR sejak hari pertama sampai ketiga gelaran WSBK Mandalika sebanyak 739 sampel. Dari hasil pemeriksaan ratusan sampel tersebut tidak ada penonton yang positif Covid-19.

Iklan

Sedangkan pemeriksaan rapid antigen yang dilakukan sebanyak 5.750 sampel. ‘’Jadi hanya satu yang positif. Cuma satu yang positif hasil pemeriksaan antigen. Satu itu pun OTG  (Orang Tanpa Gejala) dari dalam daerah. Langsung kita serahkan ke kabupaten/kota untuk isolasi mandiri,” ungkap Fikri.

Sehingga, kata Fikri, negative rate kasus Covid-19 saat perhelatan WSBK Mandalika sebesar 99,98 persen. Sedangkan positivity rate sebesar 0,02 persen.

Fikri menjelaskan, satu orang penonton yang positif Covid-19 saat pemeriksaan rapid antigen langsung eksekusi atau diserahkan ke kabupaten asalnya. Untuk selanjutnya melakukan isolasi mandiri. Sehingga, lanjut Fikri, penonton yang masuk ke dalam Sirkuit Mandalika dipastikan sudah bebas Covid-19.

‘’Jadi yang masuk ke sekitar sirkuit adalah  yang negatif. Dengan ketatnya kita melakukan skrining mudah-mudahan tidak ada peningkatan kasus,” harapnya.

Sementara itu, saat perhelatan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC), 12 – 14 November 2021, sebanyak 3.000 orang dilakukan pemeriksaan rapid antigen. Dari pemeriksaan itu, tidak ada yang ditemukan poditif Covid-19. “Kemarin temuannya di WSBK saja satu orang,” imbuhnya.

Fikri menjelaskan dengan progres vaksinasi yang sudah di atas 70 persen di NTB cukup berpengaruh terhadap kasus yang ditemukan. Artinya, kekebalan kelompok di NTB sudah mulai terbentuk dengan madifnya vaksinasi.

“Dengan kita melaksanakan event di masa pandemi, intinya adalah penerapan prokes yang sangat ketat. Ndak ada tawar menawar, prokes harga mati. Vaksin dua kali dan negatif PCR/antigen,” katanya.

Mantan Direktur RSUD NTB ini menambahkan, Satgas Covid-19 Provinsi NTB tetap melakukan pemantauan selama dua pekan ke depan pascagelaran WSBK Mandalika. “Mudahan tidak ada penambahan kasus. Karena kita pantau terus setiap hari,” pungkasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional