Hanya Kelas VI dan IX Boleh Belajar Tatap Muka di Mataram

Suasana simulasi pembelajaran tatap muka di SMPN 20 Mataram. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pembelajaran secara tatap muka di jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kota Mataram hampir pasti mengikuti edaran dari Pemerintah Provinsi NTB mengenai pembatasan siswa belajar tatap muka. Siswa yang masuk sekolah mengikuti belajar tatap muka hanya kelas VI SD dan kelas IX SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali, pada Rabu, 27 Januari 2021 mengatakan, belajar tatap muka hanya diikuti siswa kelas akhir, sementara siswa kelas bawah tidak mengikuti belajar tatap muka, termasuk peserta didik jenjang PAUD. Kebijakan itu akan dimulai pada minggu depan. “Menunggu surat edaran dari Ketua Gugus Kerja Covid-19 Kota Mataram sesuai hadil rapat koordinasi dengan Forkopimda tadi siang (kemarin),” ujarnya.

Iklan

Simulasi jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kota Mataram dilaksanakan sejak Kamis, 14 Januari 2021 sampai dengan Sabtu, 30 Januari 2021 nanti. Sebelumnya, ia menyampaikan, pihaknya akan menyelesaikan masa simulasi sampai dengan hari Sabtu mendatang. Kemudian akan dilakukan evaluasi. “Kami evaluasi apa saja yang menjadi catatan penting,” ujarnya.

Sebelumnya ia mengatakan, keputusan pembelajaran tatap muka tetap bergantung dari kebijakan Walikota Mataram. Menurut Fatwir, jika tren Covid-19 meningkat ke depan, pasti akan ada keputusan berbeda.

Kepala SMPN 20 Mataram, Ida Ayu Putu Armyani pada Rabu, 27 Januari 2021 mengatakan, berkaitan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi NTB itu, Rabu pagi kemarin pihak sekolah sudah melakukan pertemuan bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan pihak Dinas Pendidikan untuk membuat suatu laporan atau usulan masalah kelanjutan pembelajaran tatap muka. Laporan itu diserahkan ke pihak Satgas Covid-19 dan Pemerintah Kota Mataram.

Menurut Ida Ayu, pihak sekolah masih ingin pembelajaran tatap muka dilanjutkan, karena melihat kondisi siswa yang mulai bosan Belajar dari Rumah (BDR).

Sementara itu, simulasi belajar tatap muka di SMPN 20 Mataram berjalan aman dan lancar sesuai dengan protokol kesehatan. Guru, pegawai, dan siswa sehat karena secara berkala pihaknya mengecek ke kelas apa ada anak kami yang flu atau batuk berat.

“Jika ada yang melakukan perjalanan ke luar daerah wajib kami minta istirahat di rumah dulu. Memang tidak 100 persen anak kami hadir untuk belajar tatap muka, yang tidak hadir kami fasilitasi dengan BDR,” ujar Ida Ayu. (ron)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional