Hanya di Kuripan Lobar, Pembalap Marc Marquez ‘’Adu Cepat’’ dengan Cidomo

Lukisan mural pembalap MotoGP Marc Marquez beradu cepat dengan cidomo. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Perhelatan MotoGP direncanakan digelar tahun 2021 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah. Akan tetapi warga tak perlu menunggu tahun depan untuk menyaksikan perhelatan akbar itu dan melihat langsung aksi para pembalap idola semacam Valentino Rossi, Marc Marquez dan lainnya. Sebab warga masyarakat bisa melihat aksi para pembalap lengkap dengan MotoGP. Warga cukup datang ke Desa Kuripan Lombok Barat (Lobar). Bahkan di sini warga bisa menyaksikan hal tak biasa, yakni pembalap MotoGP beradu balap dengan cidomo.

Demikian suasana lukisan mural di Kampung MotoGP di Desa Kuripan tampak nyata, sehingga warga seolah berada di sirkuit menyaksikan MotoGP. Sepanjang ratusan meter lukisan mural ini mewarnai jalur utama, jalan dan gang masuk di kampung tersebut. Seperti Di Dusun Tongkek, lukisan menghiasi jalan dan gang. Bahkan ada lukisan yang tampil beda, pembalap Mark Marquez beradu balapan dengan cidomo. Berderet dengan lukisan pembalap ternama Valentino Rossi. “Hanya di sini ada pembalap MotoGP Balap Dengan Cidomo. Seperti nyata, dan kita melihat aksi pembalap di sirkuit,”aku warga sekitar Selasa, 20 Oktober 2020. Di lokasi ini, tampak para pelukis masih bekerja melukis pernak-pernik MotoGP.

Iklan

Kepala Desa Kuripan Hasbi mengatakan, lukisan mural kampung MotoGP sudah dimulai dan di beberapa dusun sudah selesai. Tinggal, kata dia, untuk puncaknya yakni lomba lukisan mural MotoGP, rencananya akan digelar Kamis nanti. Sejauh ini ada sudah dilakukan persiapan lintasan tempat melukis yang direncanakan 800 meter. Sejauh ini, ada 40 orang pelukis yang mendaftar untuk ikut lomba. Mereka akan memperebutkan uang tunai Rp 15 juta dan tropi bupati.

Lukisan mural ini jelas dia akan dilakukan semua dusun, mulai Due Pelet, Karang Makam, Dusun Kuripan I, Tongkek dan Kuripan II dengan panjang lintasan sekitar 800 meter. Titik yang tak memiliki tembok dipasangkan spandek untuk tempat melukis. Materi lukisan ini, jelas dia, tidak hanya MotoGP namun dikombinasikan dengan pesan moral tentang pentingnya penerapan protokol Covid-19, menjaga kebersihan dan pesan lainnya. Dalam mempersiapkan kampung MotoGP ini, pihak desa dibantu juga oleh Pemda dan para pihak terkait.

Ditargetkan melalui Kampung MotoGP ini bisa memulihkan perekonomian warga terdampak pandemi. Karena ke depan Kampung MotoGP ini tidak saja dipersiapkan dalam rangka Lomba kampung sehat saja. Melainkan ada target jangka panjangnya, yakni menarik tamu, terutama yang menonton MotoGP tahun depan di Loteng. Sebab kondisi saat ini perlu upaya pemulihan ekonomi warga. Antusiasme warga juga sangat bagus dalam mempersiapkan diri. “Kita tidak hanya jangka pendek, tapi kami melirik MotoGP itu target jangka panjang kami untuk pertumbuhan ekonomi warga,”jelas dia.

Selain menjamin dari sisi penataan dengan lukisan mural, pihak desa juga akan menghidupkan kawasan desanya dengan kegiatan car free day. Sejauh ini sudah mulai diinisiasi di Jalan Dusun Tongkek. Ke depannya akan diperluas lagi. Dalam car free day ini, warga tidak hanya berolahraga namun bersih-bersih Gubuk dan menjual makanan di sepanjang jalan, sehingga mampu menghidupkan ekonomi warga.  (her)