Hanya Buka Seleksi PPPK, BKN Pastikan Tak Ada Rekrutmen CPNS 2022

Bima Haria Wibisana (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Pusat tidak akan membuka rekrutmen CPNS pada tahun 2022 mendatang. Pemerintah Pusat hanya akan membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) baik formasi guru maupun tenaga teknis.

‘’Tahun depan hanya PPPK saja,’’ ujar Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Dr. Ir. Bima Haria Wibisana, MSIS., dikonfirmasi usai menghadiri acara di Pendopo Gubernur, Kamis, 7 Oktober 2021.

Iklan

Ia menjelaskan, sekarang ada paradigma manajemen sumber daya manusia (SDM) yang sangat mendasar. Sejak 2014, aparatur sipil negera (ASN) terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PPPK.

Untuk pegawai yang memberikan pelayanan publik dan tugas-tugas teknis maka nantinya direkrut lewat jalur PPPK. Ia mengatakan hal seperti ini sudah diterapkan di negara-negara di dunia.

‘’PNS itu hanya mereka yang membuat kebijakan. Karena kompetensinya, tidak ada yang mengajarkan di tempat lain,’’ katanya. Haria menyebutkan, nantinya komposisi ASN sebesar 80 persen PPPK. Hanya 20 persen ASN yang berstatus PNS.

‘’Tidak ada bedanya PNS dan PPPK, sama-sama terhormat. Tapi masyarakat kita masih melihat PNS,’’ terangnya.

Nantinya, formasi PPPK diberikan kepada daerah-daerah yang belum mengusulkan formasi guru PPPK tahun 2021. Disebutkan, berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), jumlah guru honorer di Indonesia sebanyak 900.000 orang lebih.

Sehingga, dalam rekrutmen guru PPPK 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diberikan kuota sebanyak 1 juta formasi. Namun, formasi guru PPPK yang diusulkan daerah hanya 500.000 formasi.

Bahkan, kata Haria, ada daerah yang sama sekali tidak mengusulkan formasi guru PPPK. Dan ada juga daerah yang mengusulkan sebagian formasi.

Ditambahkan, dari 500.000 formasi guru PPPK yang dibuka tahun 2021, jumlah yang mendaftar hanya 322.000 formasi guru PPPK. Sehingga banyak formasi guru PPPK 2021 yang kosong. Sementara, Pemerintah mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk seleksi guru PPPK.

Sebelumnya, Kepala Bidang Informasi Kepegawaian BKD NTB, Drs. Syamsul Buhari, P.Si., M.Kes., yang dikonfirmasi Suara NTB mengatakan Pemprov NTB bakal mengusulkan sekitar 2.000 formasi PPPK. Terdiri dari formasi guru PPPK dan tenaga teknis.

Khusus untuk formasi guru PPPK, Pemprov NTB akan mengusulkan lebih dari 1.000 formasi. Sedangkan formasi PPPK Non Guru atau tenaga teknis sekitar ratusan formasi.

Untuk formasi PPPK Non Guru dikhususkan pada bidang tertentu. Seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun), Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta formasi PPPK untuk tenaga kesehatan.

Syamsul mengatakan penyampaian usulan formasi PPPK 2022 sebenarnya paling lambat pada 14 September lalu. Namun, karena Pemda sedang sibuk menyiapkan dan melaksanakan seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS dan PPPK Non Guru 2021, sehingga diundur menjadi 30 September. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional