Hanya 30 Persen Pelamar CPNS Loteng yang Penuhi ‘’Passing Grade’’

Moh. Nazili (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sudah selesai. Dari 15.296 pelamar peserta, sekitar 780 peserta di antaranya tidak mengikuti SKD, karena berbagai alasan, sehingga sudah pasti dinyatakan tidak lulus SKD.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng, H.M. Nazili, S.IP., kepada wartawan di kantor Bupati Loteng, Senin, 17 Februari 2020.

Iklan

Dari  14.516 peserta yang mengikuti tahapan SKD, yang dinyatakan lolos atau memenuhi passing grade ada sekitar 30 persen. “Panitia masih melakukan rekap berapa peserta yang memenuhi passing grade pada SKD kemarin. Tapi informasi awal di atas 30 persen,” jelasnya.

Nantinya, peserta yang dinyatakan memenuhi passing grade tersebut akan diurutkan sesuai peringkat nilainya untuk masing-masing formasi. Itulah yang nantinya akan menjadi dasar dalam penentuan peserta yang berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Di mana untuk masing-masing formasi, hanya akan diambil urutan tiga besar saja tergantung jumlah formasi yang ada. “Kalau formasinya hanya satu, maka yang diambil urutan tiga besar saja. Kalau formasinya ada dua yang diambil peringkatnya enam besar. Begitu seterusnya,” jelasnya.

Artinya, tidak semua peserta yang memenuhi passing grade tersebut otomatis bisa ikut SKB. Jadi kalau di Loteng ada 479 formasi dikurangi 6 formasi dokter gigi yang kosong, maka total hanya 1.419 peserta yang bisa ikut tahap seleksi selanjutnya. “Siapa saja, tunggu pengumuman dari pusat,” terang Nazili.

Namun sesuai tahapan seleksi yang ada, pengumuman sendiri baru akan dilaksanakan pada bulan Maret mendatang. Hal ini disebabkan tahapan seleksi  SKD secara nasional baru akan selesai tanggal 28 Februari mendatang, sehingga pengumuman harus menunggu sampai tahapan SKD selesai secara nasional.

Disinggung pelaksanaan SKD, mantan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disostektrans) Loteng ini mengaku berjalan lancar. Bahkan, hasil SKD terbilang cukup baik. Di mana nilai tertinggi yang diperoleh mencapai 435 poin, sedangkan nilai yang paling rendah 70 poin. “Kemarin sempat diinfokan kalau nilai tertinggi SKD di Loteng 440 poin. Tapi kita koreksi, ternyata ada kesalahan. Sehingga untuk nilai tertinggi, dipastikan sebesar 435 poin,”  ujarnya. (kir)