Hanya 1.419 Pelamar yang Lolos SKB di Loteng

H.M. Nazili (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Panitia lokal seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini masih melakukan proses rekap hasil Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) yang baru lalu. Rekap sekaligus perangkingan peserta seleksi CPNS yang dinyatakan memenuhi passing grade. Hal ini sebagai dasar penentuan peserta yang berhak mengikuti tahap seleksi berikutnya yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng, H.M. Nazili, S.IP., kepada Suara NTB, Sabtu, 29 Februari 2020, mengatakan, yang berhak mengikuti SKB ialah peserta seleksi CPNS dengan menduduki peringkat tiga besar pada SKD lalu di masing-masing formasi. Itu artinya maksimal hanya sekitar 1.419 pelamar saja yang berhak mengikuti SKB pada seleksi CPNS di Loteng.

Iklan

“Seharusnya ada 1.437 peserta yang bisa ikut SKB. Tapi karena ada 6 formasi yang kosong di Loteng, jadi maksimal hanya sekitar 1.419 peserta yang akan ikut SKB,” sebut Nazili.

Angka tersebut pun masih masih berkurang. Pasalnya, di beberapa formasi pelamar yang memenuhi passing grade ada yang kurang dari tiga orang. Sementara syarat jumlah yang bisa ikut SKB maksimal tiga orang untuk masing-masing formasi.

Siapa saja yang ikut SKB? Nazili mengatakan masih menunggu pengumuman dari pemerintah pusat. Walaupun pihaknya sudah punya catatan hasil. Tapi tetap harus menunggu pengumuman dari pusat. Karena pemeringkatan hasil SKD itu dilakukan by system dan itu sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Memang kita sudah punya hasil rekap SKD. Tapi itu bukan jadi pedoman. Yang menjadi pedoman ialah hasil pengumuman dari pemerintah pusat,” terangnya.

Disinggung kapan pelaksanaan SKB, mantan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disostektrans) Loteng ini mengaku masih menunggu petunjuk pusat, karena secara nasional SKD baru setelah tanggal 28 Februari, sehingga pemerintah pusat masih butuh waktu untuk mengumumkan hasil SKD sebagai dasar pelaksanaan SKB nantinya. (kir)