Hancur Akibat Gempa, Enam Titik Pipa Air Sudah Tersambung

Anggota TNI bersama relawan harus melalui jalan terjal dan berbatu dalam proses perbaikan pipa air di kawasan hutan lindung kaki Gunung Rinjani. Kini di enam titik, pengugsi sudah menikmati air bersih. (Suara NTB/ist_satgas)

Mataram (Suara NTB) – Sedikitnya enam titik jaringan pipa air yang hancur akibat gempa 7,0 SR beberapa waktu lalu, satu per satu ditangani. Dalam sebulan terakhir, sedikitnya enam titik jaringan pipa diperbaiki di Lombok Utara dan sudah dialiri air ke pemukiman warga untuk kebutuhan pengungsi yang selama ini krisis air bersih.

‘’Masyarakat, relawan dan TNI bahu membahu memperbaiki jaringan pipa tersebut,’’ ujar  Dansatgas Penanggulangan Bencana Daerah Lombok – Sumbawa, Kol. Inf. Farid Makruf, MA kepada Suara NTB, Selasa, 9 Oktober 2018.

Iklan

Enam titik yang berhasil disambungkan pipa, seperti pipanisasi di Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, sudah bisa digunakan masyarakat. Sumbangan relawan Waves for Water kepada 80 kepala keluarga (KK) bersama Wadan Sektor II di Gumantar Kecamatan Kayangan. Kemudian pipanisasi di Desa Akar – Akar, sekitar  85 persen tuntas. Prosesnya saat ini air mengalir ke desa – desa. ‘’Namun masih ada  pipa yang terlepas dan masih disambung,’’ ujar Farid Makruf.

Selanjutnya, pemasangan pipa oleh relawan OCC Jawa Tengah sepanjang 2 kilometer sudah mengalir dan dapat dinikmati oleh masyarakat Desa Persiapan Samaguna. Kemudian titik ke lima, pemasangan pipa di Dusun Busur Barat, Desa Persiapan Rempek, Kecamatan  Gangga telah tersambung mencapai 4 kilometer. ‘’Saat ini masih terus diproses pemasangannya,’’ kata mantan Danrem 162/WB ini.

Titik ke enam, pipanisasi Desa Senaru dibuat oleh Relawan Palawa telah mencapai 3 kilometer. Saat ini sudah pada tahapan  proses mengalirkan air ke pemukiman warga.

Proses perbaikan pipa di enam titik ini membutuhkan waktu beberapa pekan, akibat terjalnya medan. Sebab sumber air dari kaki Rinjani harus  melalui lereng  dan bebatuan.

Selain pemasangan pipa, upaya tim Satgas bersama relawan berlanjut.  Lembaga IOF melakukan operasi jerigen kepada  relawan untuk mendukung percepatan pipanisasi, penyediaan MCK  dan huntara. Tim SAR MMI mengaktifkan kembali PLTMH yang mampu menerangi 1.055 rumah di tujuh dusun di Desa Bayan, tiga dusun di Desa Loloan, lima masjid, dua SD, SMPN Bayan, Puskesmas Pembantu dan rumah bersalin.

‘’Di setiap dusun juga sudah dipasang lampu jalan,’’ sebutnya.

 Di Desa Persiapan Pansor, perbaikan saluran air yang rusak ada di enam titik  sepanjang 600 meter. Tim One Care memfasilitasi pipanisasi air bersih di Dusun Onggong Daya, DesaTeniga Tanjung dari mata air kawasan hutan lindung Tanah Tarak. (ars)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional