Hampir 50 Persen Tempat Tidur Isolasi Terisi, Lonjakan Kasus Covid-19 di NTB akibat Rekonsiliasi Data Nasional

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Lonjakan kasus Covid-19 di NTB yang terus memecahkan rekor setiap hari, bukan semuanya kasus baru. Lonjakan kasus tersebut akibat adanya rekonsiliasi data yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara nasional.

Pada Kamis, 15 Juli 2021, Satgas Covid-19 Provinsi NTB mencatat tambahan 320 kasus. Sehari sebelumnya, terjadi penambahan kasus sebanyak 224. Sementara itu, tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di seluruh NTB hampir mencapai 50 persen.

Iklan

Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., mengatakan mulai 11 Juli 2021, Kemenkes mengubah sistem pelaporan menggunakan New All Record (NAR). ‘’Sistemnya auto rilis. Dia ambil semua data di semua laboratorium, 742 laboratorium seluruh Indonesia. Datanya masuk langsung ke sistem. Sehingga kita akhirnya melakukan rekonsiliasi data. Ini bagian dari rekonsiliasi data nasional,’’ kata Eka dikonfirmasi usai rapat di Ruang Rapat Sekda, Jumat, 16 Juli 2021.

Eka menjelaskan, dari sistem auto rilis tersebut, Pemda melakukan rekonsiliasi data. Dari rekonsiliasi data itulah ketemu ada yang sudah masuk di data Kemenkes, tetapi ada yang belum masuk di data Pemda.

‘’Itu kenapa dia naik kasusnya. Tidak semata-mata kasus baru naik. Tetapi sebagian di antaranya adalah karena rekonsiliasi data. Karena semua data ditarik oleh sistem. Di situlah kita lihat, ternyata ada gap data kita dengan data pusat. Gap itulah kita keluarkan dirilis harian,’’ terangnya.

Meski demikian, kata mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB ini, ada kecenderungan terjadi kenaikan kasus Covid-19 jika melihat pasien yang dirawat saat ini. Ia menyebutkan seperti di RSUD NTB, ada 141 pasien Covid-19 yang sedang dirawat.

Namun, kata Eka, tidak semua pasien tersebut dirawat di RSUD NTB. Karena RSUD NTB memiliki dua RS Darurat, yaitu RS Darurat Asrama Haji dan RS Darurat Wisma Tambora.

“Jadi memang naik, tapi 141 kasus itu positifnya 10 hari yang lalu, bukan sehari. Kalau ada 141 orang itu, bukan hari ini keseluruhannya. Rata-rata yang masuk RSUD NTB sebanyak 10 – 14 pasien Covid per hari,” terangnya.

Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di NTB, kata Eka, seluruh rumah sakit sudah meningkatkan jumlah tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19. Ia menyebut, saat ini jumlah tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19 di NTB sebanyak 1.135 tempat tidur.

Selain itu, tempat tidur ICU sebanyak 155 dan tempat tidur isolasi di RS Darurat sebanyak 222 tempat tidur. Sehingga, total tempat tidur isolasi di NTB hampir mencapai 1.500.

Dari jumlah tempat tidur tersebut, kata Eka, sekarang sudah terisi hampir 50 persen atau tepatnya 45,4 persen. ‘’Hampir setengahnya sudah terisi. Tetapi dari sisi tempat tidur, kita masih hijau di peta nasional. Artinya, kita sudah menyiapkan tempat tidur untuk antisipasi,’’ jelasnya.

Sesuai petunjuk Kemenkes, Pemda diminta menyiapkan 30 – 50 persen tempat tidur di rumah sakit untuk pasien Covid-19. Ia mengatakan, Pemda kabupaten/kota juga didorong menyiapkan RS Darurat Covid-19. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional