Hamil Lima Bulan, Nakes Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Nakes Loteng yang meninggal dunia dinaikkan ke ambulan untuk dibawa ke lokasi pemakaman, Minggu, 21 Maret 2021. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Seorang tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Baiq KH, meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan positif terpapar Covid-19. Ia meninggal dunia bersama bayi  lima bulan yang dikandungnya. Dengan begitu, sudah dua nakes Loteng yang meninggal dunia, karena Covid-19 sampai sejauh ini.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur RSUD Praya, H. L. Erpan, yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 21 Maret 2021 menjelaskan, Baiq KH meninggal dunia pada Sabtu, 20 Maret 2021 saat menjalani perawatan di RSU Provinsi NTB. Sebelumnya, Baiq KH pada 15 Maret lalu dinyatakan positif Covid-19 dan dibawa ke RSUD Praya, karena masuk risiko tinggi Covid-19.

Iklan

“Kondisi hamil lima bulan menyebabkan almarhum masuk risiko tinggi. Sehingga harus menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Praya,’’ ujarnya.

Namun karena kondisinya terus memburuk, pada 17 Maret kemudian sempat dirujuk ke RSU Provinsi NTB, tapi tidak tertolong. Jenazah tersebut sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan dengan protokol Covid-19, setelah sebelumnya menjalani proses pelepasan di RSUD Praya, Minggu pagi kemarin.

Karena statusnya sebagai nakes, maka pihaknya akan mengupayakan supaya almarhum memperoleh santunan kematian dari pemerintah pusat. “Sebagai nakes, mesti tidak masuk dalam tim penanganan Covid-19 almarhumah tetap kita upayakan untuk memperoleh santunan kematian,” terangnya.

Terpisah, Humas Satgas Penangangan Covid-19 RSUD Praya, dr. Yudha Permana, mengatakan sampai sejauh ini total sudah ada 53 nakes yang terpapar Covid-19 dengan 18 di antaranya dokter. “Baiq KH sendiri menjadi nakes pertama RSUD Praya yang meninggal dunia karena Covid-19,” sebutnya.

Disinggung pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan di RSUD Praya total tercatat ada 27 orang. Rinciannya, 18 pasien terkonfirmasi Covid-19 dan 9 pasien suspect Covid-19. “Sebenarnya total ada 28 pasien yang dirawat, namun satu pasien atas nama S, warga Pendem Janapria meninggal dunia,” imbuhnya.

Erpan menambahkan, rata-rata pasein Covid-19 yang masuk perawat RSUD Praya bergejala sedang hingga berat, sehingga pihaknya berharap satgas di tingkat bawah dan puskesmas bisa lebih memperkuat tracing agar kasus Covid-19 bisa dideteksi sejak dini. Tidak harus menunggu sudah berjalan berat baru dibawa ke rumah sakit.

Pihak RSUD Praya sendiri saat ini sudah menambah kapasitas daya tampung pasien Covid-19 sebanyak 44 tempat tidur. Terbagi masing-masing 12 tempat tidur di IGD Covid-19 dan 31 tempat tidur di ruang isolasi Covid-19. Penambahan tempat tidur tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien Covid-19 di daerah ini.  (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional