Hama Tikus Serang Tanaman Padi di Dompu

Dompu (Suara NTB) – Hama tikus menyerang tanaman padi petani yang sudah mulai berbulir di Kabupaten Dompu. Petani pun melakukan upaya pengusiran hama secara tradisional dengan membunyikan kentongan, kelopak pinang dan alat lainnya.

Serangan hama tikus berdasarkan data di Dinas Pertanian Kabupaten Dompu sekitar 147 ha. Terparah terjadi di wilayah Kecamatan Huu dan Woja. Serangan terjadi pada malam hari pada tanaman padi yang sudah berbulir, sehingga membuat para petani khawatir dan terancam gagal panen. Keluhan ini terjadi sejak November 2016 lalu.

Iklan

Kondisi ini membuat petani di kawasan Dei Laju melakukan upaya pengusiran hama tikus menggunakan kentongan yang terbuat dari bambu, kelopak pinang dan lainnya. Upaya pengusiran hama tikus ini juga diikuti oleh Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin, Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, S.Sos dan Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesley Aryanto, SIK, Kamis, 5 Januari 2017 kemarin.

“Pada tahun 2002, hama tikus terjadi seperti ini. Makanya kami kembali pada tradisi lama sambil berdoa mengharapkan kepada Tuhan untuk mengusir tikus agar ke kembali ke kuburan khususnya (di gunung Mbawi),” kata Ketua IP3A Dei Laju, Suparman.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin pada kesempatan yang sama, mengingatkan kepada petani bahwa di setiap hasil panen ada hak orang lain di dalamnya. Petani pun diminta untuk mengeluarkan hak orang lain melalui pembayaran zakat setiap kali panen di luar jatah untuk punggawa (pengatur air). Jika hak orang tidak dibayarkan, itulah sebabnya ada bencana dan hilangnya keberkahan dari hasil usaha.

“Kalau ke punggawa itu, bukan zakat. Itu memang haknya yang sudah bekerja mengatur air irigasi di areal pertanian,” katanya.

Namun ia pun mengapresiasi upaya petani yang melakukan pengusiran hama tikus secara tradisional dan keagamaan. Upaya ini tidak boleh berhenti hanya dengan sekali – dua kali saja, tapi harus rutin dilakukan sambil berdoa kepada Allah SWT.

Sementara Kepala bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Dompu, M. Syahroni, SP, MM secara terpisah mengatakan, pihaknya sudah mensosialisasikan terkait pengendalian hama tikus dan merekomendasikan kepada petani untuk melakukan sanitasi lingkungan dan melakukan pengumpanan racun tikus sebelum menyemai padi atau sebelum menugal jagung.

Dinas Pertanian juga telah memberikan bantuan stimulan berupa racun tikus dan telah dilaporkan juga ke pemerintah Provinsi dan pusat agar ada bantuan racun tikus. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional