Hama Kresek dan Tungro Ancam Tanaman Padi di Loteng

Ilustrasi (Petani)

Praya (Suara NTB) – Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memasuki musim tanam pertama akhir-akhir ini mulai tidak menentu. Kondisi tersebut dikhawatirkan bisa memicu serangan hama. Untuk itu, petani di daerah ini diminta lebih waspada akan ancaman serangan hama.  Terutama hama kresek serta tungro yang kini sudah mulai menyerang tanaman padi di sejumlah wilayah di Kecamatan Batukliang Utara.

Sekretaris Dinas Pertanian Loteng,  Fathurahman PN., kepada Suara NTB, Selasa,  22 Januari 2019, mengatakan, kalau pihak sudah mendapat laporan dari beberapa wilayah terkait adanya serangan hama. Meski belum terlalu luas dan masih sporadik.  Namun hal itu menandakan kalau petani kini wajib waspada akan adanya ancamam serangan hama.

Iklan

“Kondisi cuaca yang tidak menentu seperti ini sangat berpotensi memicu serangan hama.  Jadi langkah antisipasi sejak dini harus dilakukan para petani. Guna mencegah munculnya serangan hama pada tanaman padinya” ujarnya.

Terlebih saat-saat seperti sekarang ini merupakan fase kritis bagi tanaman padi di daerah ini. Di mana pada saat umur padi seperti sekarang inilah, rentan terserang hama. Terutama hama wereng coklat, kresek maupun tungro sangat dominan menyerang pada umur-umur padi seperti sekarang ini.

Sehingga kalau petani bisa melakukan antisipasi dengan baik dan bisa menjaga tanaman padinya pada umur kritis seperti, potensi untuk berhasil cukup besar. “Dalam situasi cuaca yang tidak menentu ditambah umur padi yang rentan terserang hama, maka petani dituntut untuk lebih waspada. Jangan sampai tanaman padi terserang hama,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi ancaman serangan hama tersebut, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya. Misalnya, dengan menyiapkan obat-obatan yang dibutuhkan untuk menangkal serangan hama. Dan, saat ini ketersedian obat-obatan di Dinas Pertanian pada posisi aman.

Untuk itu, para petani di daerah ini diharapkan kerjasamanya yang baik. Dengan segera melapor ke pemerintah jika ada menemukan serangan hama di tanaman padinya. Supaya pihaknya bisa segera melakukan upaya penanganan. “Penyuluh kita ada di lapangan. Jika ada menemukan seragan hama, bisa melapor melalui ke penyuluh atau bisa langsung ke kantor Dinas Pertanian. Sehingga kita bisa segera turun,” imbuh Faturahman.

Disinggung luas tanam, sampai saat ini tercatat sudah mencapai lebih dari 60 ribu hektar. Terdiri dari 49 ribu hektar lahan persawahan dan 11 ribu ladang. Namun luas tanam tersebut kemungkinan masih akan bertambah, karena di beberapa wilayah, masih ada lahan pertanian yang belum melakukan penanaman. (kir)