Halte BRT Belum Ideal

Mataram (suarantb.com) – Halte Bus Rapid Transit (BRT) yang tersebar di beberapa titik di Kota Mataram diakui Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perum Damri, Sarmadi Usman masih belum memenuhi standar ideal sebuah halte bus sekelas BRT.

“Idealnya halte itu nyaman dinikmati oleh pengguna, ruangannya tertutup berkaca dan berhawa dingin. Bisa mengakomodir untuk penyandang cacat, ibu hamil maupun orang jompo. Idealnya seperti itu, termasuk juga menggunakan e-ticketing,” jelasnya usai acara peluncuran BRT di Pendopo Kantor Gubernur NTB, Senin, 21 November 2016.

Iklan

Meskipun belum ideal, halte yang ada sekarang sudah memenuhi beberapa persyaratan. Sehingga tidak bisa disebut jauh dari standar. “Tidak jauh dari standar, tapi sudah ada syarat yang dipenuhi. Cuma tingkat keamanan dan kenyamanan perlu diperbaiki. Kita maklum karena keterbatasan anggaran yang ada,” imbuhnya.

Diakui Usman penerapan konsep ideal ini memang masih terbentur biaya. Sehingga pemerintah pusat dan daerah membangun halte seperti yang tersedia saat ini. Bangunan halte dengan deck tinggi, yang bertujuan untuk mengubah kebiasaan negatif penumpang agar tidak naik dan turun di sembarang tempat.

“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah membangun shelter yang bisa lalui deck tinggi. Untuk mengubah kebiasaan negatif penumpang turun-naik di sembarang tempat. Turunnya nanti ditentukan oleh regulator,” paparnya.

Terkait tiket untuk masyarakat umum, Usman juga menegaskan harus dengan penggunaan kartu bukan transaksi tunai. Dan ia menyayangkan belum siapnya fasilitas tersebut.

“Sebetulnya sudah harus siap, tapi karena ini ada kendala uji coba, kesiapan alat dan sebagainya sehingga masih butuh waktu. Januari harus sudah on the track,” ucapnya.

Penyediaan kartu e-ticketing ini menurut Usman rencananya akan dilakukan dengan menggandeng Bank NTB. Sedangkan untuk pelajar telah dijanjikan Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi akan tetap digratiskan dengan subsidi dari Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kota Mataram. (ros)

  Akses Tertutup Tanah Longsor, SAR Kesulitan Evakuasi Pendaki di Rinjani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here