Hakim Batalkan Pernikahan Sesama Lelaki di Lobar

Suasana sidang pembacaan sidang gugatan pembatalan perkawinan sejenis Mita alias Supriadi dengan Muhlisin di Pengadilan Agama Giri Menang, Selasa, 27 Oktober 2020. (Suara NTB/ist_Kejari Mataram)

Mataram (Suara NTB) – Bahtera rumah tangga Mita (25) dengan Muhlisin (31) kandas. Pernikahannya dengan Muhlisin 2 Juni lalu yang viral itu dinyatakan tidak sah. Mita yang bernama asli Supriadi ini melajang lagi. Dan statusnya tetap laki-laki.

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Agama Giri Menang dalam sidang yang digelar, Selasa, 27 Oktober 2020. Ketua majelis hakim, Hj. Muniroh dan hakim anggota Fathur Rahman serta Unung Sulistio Hadi membacakan putusannya.

Iklan

Antara lain, mengabulkan permohonan pemohon jaksa pengacara negara Kejari Mataram. “Membatalkan pernikahan Muhlisin bin Kalamulah dengan Mita binti Firman yang dilangsungkan pada Hari Selasa 2 Juni 2020 di Kantor KUA Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat,” ucap hakim dalam putusannya.

Pihak termohon baik Mita maupun Muhlisin menerima putusan hakim tersebut. pihak Pemohon Putu Agus Ary Artha mengatakan, pasal 23 dan pasal 26 ayat 1 UU Perkawinan, Pembatalan perkawinan bisa diajukan pihak suami atau istri atau pejabat negara yang berwenang. Dalam hal ini JPN.

“Fakta persidangan didapatkan bahwa perkawinan tersebut terjadi antara laki-laki dengan laki-laki,” jelasnya. Fakta itu diperkuat dengan pengakuan Mita yang mengakui sendiri dirinya laki-laki. Didukung keterangan saksi Kadus Gelogor Hamdani serta Kepala KUA Kediri H Muhaemin.

Pasal 1 UU No 1/1974 tentang Perkawinan mengenai dasar perkawinan menjelaskan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri.

Ayah Mita membenarkan bahwa Mita itu sebenarnya adalah Supriyadi. Mita bukanlah yatim piatu seperti yang diakuinya sehingga KUA mengganti walinya dengan wali hakim saat akad nikah awal Juni lalu. Mita merupakan anak yatim yang ditinggal ibunya ketika masih balita. (why)