Haji Ditunda, 23 CJH Tarik Dana

KH. Zaidi Abdad. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 23 orang Calon Jemaah Haji (CJH) menarik dana hajinya. Penarikan dana ini menyusul pemberangkatan haji tahun 2020 ditunda pemerintah Indonesia, karena pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB, Dr. Kyai Haji Zaidi Abdad, di ruang kerjanya, Selasa, 14 Juli 2020.

Meski penarikan dana dilakukan oleh CJH, menurutnya tidak lantas menghilangkan hak daftar antreannya untuk diberangkatkan tahun depan. “Masih tetap antreannya. Pemerintah memperbolehkan bagi calon jemaah haji yang ingin menarik dananya,” kata Zaidi Abdad yang baru dilantik sebagai Kepala Kanwil Kemenag NTB.

Iklan

Menurutnya, kelonggaran yang diberikan pemerintah bagi JCH untuk menarik dana hajinya di bank penempatan, adalah upaya pemerintah untuk mengurangi dampak corona. Diketahui, 23 CJH yang menarik dananya ini karena alasan ekonomi akibat corona. Diketahui, pemerintah Indonesia secara resmi membatalkan pemberangkatan jemaah haji tahun ini ke tanah suci Makkah, karena pandemi Covid-19.

Akibatnya, calon jemaah haji dari NTB sebanyak 4.499 orang juga terpaksa ditunda pemberangkatannya. Pemerintah memberikan permakluman kepada seluruh calon jemaah haji di Indonesia, tanpa terkecuali. “Kita juga sudah sampaikan kepada calon jemaah haji kita di NTB, atas apa yang menimpa dunia saat ini,” ujarnya.

Penundaan pemberangkatan haji tahun 2020 ini diantaranya disebabkan terlambatnya informasi yang diterima pemerintah Indonesia dari Arab Saudi tentang pelaksanaan haji tahun ini. Sehingga pemerintah Indonesia tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan terkait pelayanan dan perlindungan jemaah. Rencana awal, keberangkatan kloter pertama pada 26 Juni.

Persiapan terkait visa, penerbangan, dan layanan di Saudi sangat mepet. Belum ditambah keharusan karantina 14 hari sebelum keberangkatan dan saat kedatangan. Jika jemaah haji dipaksakan berangkat, ada risiko amat besar, yaitu menyangkut keselamatan jiwa dan kesulitan ibadah karena Corona. Seperti diketahui, penyelenggaraan ibadah haji pada masa terjadinya wabah telah mengakibatkan tragedi kemanusiaan di mana puluhan ribu jemaah haji menjadi korban.

  Tax Amnesty, Kanwil DJP Nusra Peringkat 32 Nasional

Saudi Arabia pernah menutup ibadah haji pada tahun 1814 karena wabah tahun, tahun 1837 dan 1858 karena wabah epidemi, 1892 karena wabah kolera, 1987 karena wabah meningitis. Indonesia juga pernah menutup karena pertimbangan masalah agresi Belanda tahun 1946, 1947, dan 1948. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here